Balita penderita ‘atresia bilier’ meninggal dunia

Ditulis 21 Feb 2010 - 17:22 oleh Banyumas1

BANYUMAS –  Masih ingat balita Abdullah Ichsanul Fikri (19 bulan), yang menderita atresia bilier (saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal)?

Fikri, nama panggilan balita asal Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu meninggal dunia saat masih dalam perawatan di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Sabtu siang (20/02) dan Minggu pagi tadi dimakamkan di tanah kelahirannya.

Fikri dirawat di RSCM sejak Rabu (10/02) melalui program bantuan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Setelah menjalani perawatan selama seminggu di RSCM, kondisi Fikri mulai membaik. Bahkan sempat direncanakan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi Semarang.

Namun, dokter spesialis anak yang menangani Fikri, DR. dr. Hanifah Oswari, SpA (k)., menyarankan agar  kondisi Fikri stabil lebih dulu sebelum dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Sebekum dirujuk, malang pada Minggu (14/02) malam kondisi Fikri justru memburuk dan mengalami muntah darah sebagai akibat ada pembuluh darah yang pecah. Kendati dokter telah melakukan berbagai upaya untuk kesembuhan Fikri, balita itu tidak bisa diselamatkan nyawanya. (BNC/ist/ant)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. vita ardiyati putri 22/02/2010 pukul 20:34 -

    Aq cm liat beritanya di tv, setiap kali ada berita tentang fikri air mata aq ga pernah berhenti mengalir. Bahkan apapun aktivitas yg aq lakuin aq selalu ingat fikri. Aq sayang sama dia, walaupun blm prnh bertemu lsg. Dan bgt aq tau dia pergi, aq ga bisa berhenti menangis. Aq terpukul blm bisa ngasih apa2 untuk dia. Sayang selamat jalan ya. Di sana kamu ga ngerasain sakit lagi. Untuk ibunda fikri yg sabar bu. Aq nulis seperti inipun sambil menangis. Aq sayang fikri seperti adikku. Walau blm pernah kenal. Tp aq yakin dia bahagia disana. I luv u fikri..

Leave A Response