FGD Tokoh Masyarakat Banyumas Awali Pengetan Jumenengan R Djaka Kaiman

Ditulis 26 Jun 2016 - 17:24 oleh Banyumas1

pengeten jumenengan djoko kaimanBanyumasNews.com, BANYUMAS – Pengetan Jumenengan Adipati Mrapat R. Djaka Kaiman prosesinya akan berlangsung pada 27 Ramadhan atau bertepatan dengan tanggal 2 Juli 2016, dimulai pada pukul 19.00 WIB. Namun puncak Pengetan (Peringatan) itu sebelumnya akan diawali dengan FGD (Focus Group Discussion) di pendapa duplikat si Panji kota Banyumas pada Senin, 27 Juni 2016, pukul 19.00 WIB sampai selesai.

Peserta gelaran FGD ini akan terdiri dari tokoh masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Banyumas,  juga mengundang siapapun yang peduli pada kota Banyumas untuk terlibat dalam FGD tersebut.

Menurut Hadi Mulyono, Ketua Panitia Penyelenggara Pengetan Jumenegan Adipati Mrapat R. Djaka Kaiman, FGD ini akan digelar dalam format tak terlalu formal. “Jadi,  lebih pantas dinamakan gendu-gendu rasa atau juguran budaya untuk menghimpun aspirasi”, tuturnya.

Dikatakan, peserta FGD yang tertarik dalam bidang budaya akan dikelompokkan dalam fokus diskusi budaya dengan nara sumber Gito Sewoyo. Bidang  tata ruang/bangunan peninggalan sejarah  kota Banyumas akan dikelompokkan dalam fokus diskusi tata ruang kota Banyumas dengan nara sumber Ir. Sunardi, MT. Sedangkan bidang sosial politik menghadirkan nara sumber Bambang Pujianto. Forum ini tidak saja akan berlangsung pada saat kegiatan pengetan jumenengan, namun akan diagendakan secara terus menerus.

Jaring Aspirasi

Walaupun akan berlangsung tak terlalu formal, forum ini akan  berusaha menjaring aspirasi dari bawah secara serius. Diharapkan, ide dan gagasan yang terlontar dari para peserta akan natural. Sehingga ide dan gagasan dalam merivitalisasi  kota Banyumas pun akan benar-benar dari bawah.

“Hasil gendu-gendu rasa/juguran budaya ini akan kami bawa ke forum yang lebih tinggi lagi.  Kesimpulan dan aspirasi masyarakat Kecamatan Banyumas pada saatnya nanti akan diseminarkan dan dijadikan naskah akademis sebagai bahan masukan Pemkab untuk pembangunan Kecamatan Banyumas dengan  12 desanya. Dengan demikian, mudah-mudahan kota Banyumas  yang dulu pernah jaya sebagai ibukota Kadipaten, ibukota Karesidenan dan ibukota Kabupaten akan jaya kembali”, tambah Hadi Mulyono, yang sehari-hari menjabat sebagai Kades Sudagaran ini.

Dikatakan Hadi, yang akrab dipanggil Roni, forum juguran/gendhu-gendhu rasa ini akan menggelorakan spirit R. Djaka Kaiman yang pada beberapa ratus tahun lalu pernah untuk mempersatukan masyarakat Banyumas Raya dalam Kadipaten Banyumas. Spirit persatuan dan egalitarianisme yang dulu pernah beliau gelorakan dan diteruskan oleh para Adipati penggantinya akan dipergunakan sebagai tema gendu-gendu rasa/ juguran ini.

Diharapkan, spirit  Adipati Mrapat menjadi modal moral membangun jiwa raga masyarakat Banyumas pada khusunya dan masyarakat Banyumas Raya pada umumnya, yang tentunya disesuaikan dengan era kekinian.

“Sifat keteladanan Adipati Mrapat yang patut diacungi jempol  adalah menjadikan pengalaman para pendahulunya sebagai guru terbaik, dan digunakan sebagai  bekal mengarungi kehidupan masa yang akan datang”, pungkas Hadi Mulyono.

Perlu ditambahkan, Pengetan Jumenengan Adipati Mrapat R Djaka Kaiman adalah acara yang diinisasi oleh Bank Indonesia KPw Purwokerto, dan sudah berlangsung dua kali. Untuk tahun 2016 ini Pengetan Jumenengan akan berlangsung mulai tanggak 27 Juni 2016, sedangkan rangkaian acaranya dengan berbagai pagelaran/pertunjukkan akan berlangsung pada tanggal 9 hingga 29 Juli 2016. (BNC/hw)

 

Tentang Penulis

Leave A Response