Waspadai penipuan berkedok permintaan pejabat

Ditulis 20 Feb 2010 - 07:50 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA –  Penipuan berkedok permintaan sejumlah uang dari Pejabat tertentu terendus di Banjarnegara. Modus seperti ini telah menimpa sejumlah Kepala Sekolah dan Kepala Desa. Beruntung, upaya penipuan yang mengatasnamakan Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd. tersebut dapat digagalkan. Karena sejumlah orang yang ditelepon tersebut mengenali suara asli beliau.

Mulanya, kata Bambang, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMP N 1 Wanadadi, ada seseorang yang mengaku Sepri Bupati menelepon Bagian Tata Usaha sekolah. Ia mengatakan bahwa Kepala Sekolah diminta menghubungi Pak Sekda sekarang juga. Saya beralasan tidak mempunyai nomor HP Pak Sekda, sehingga kemudian saya diberi nomor oleh si Penelepon dengan rincian nomor 081 210 567 xxx.

Setelah tersambung, “Seseorang” yang mengaku Sekda tersebut langsung menanyakan berbagai hal berkait dengan Sarana dan Prasarana Sekolah. “Awalnya si penelepon ini menirukan aksen suara Pak Sekda Syamsudin. Lama-lama aksen suaranya berubah dan saya tahu persis, ini bukan suara Pak Sek” katanya.

Meski begitu, Bambang terus mengikuti kelanjutan dari pembeciaraan tersebut. Layak seorang Pejabat, dia menanyakan apakah Sekolah masih ingin menambah Sarana dan Prasarana. Bila ingin mendapatkan tambahan tersebut Kepala Sekolah diminta bekerja sama. “Ujung-ujungnya, “Seseorang” yang mengaku sebagai Pak Sekda tersebut mengatakan akan mempunyai suatu keperluan dan saya diminta untuk menyediakan sejumlah uang” katanya.

Jelas permintaan tersebut tidak pernah saya penuhi karena saya tahu, ini model penipuan gaya lama. Pada waktu itu, saya dan teman-teman sepakat untuk mengikuti permainan dan kami ingin menjebak pelakunya. Untuk memenuhi permintaan tersebut, saya berjanji akan menelepon 15 menit lagi usai pembicaraan tersebut. “Ketika kembali saya hubungi nomor tersebut, telepon tidak pernah masuk. Rupanya si penipu ini sudah tahu kalau upayanya sudah gagal” katanya.

Kejadian yang sama juga menimpa Dasuki, S. Pd., M. Pd., Kepala SMP N 2 Banjarnegara. Masih dengan modus yang sama, si penelepon ini mengaku sebagai staf Bupati dan meminta Dasuki menghubungi Pak Sekda. Dengan alasan tidak mempunyai nomor Pak Sekda, Dasuki kemudian diberikan sebuah nomor telepon. “Setelah terhubung dan mendengar suara orang yang mengaku sebagai Pak Sekda tersebut, saya langsung mengenali kalau ini bukan suara P Syam. Telpon langsung saya putus” katanya.

Tidak beda jauh, kejadian yang sama juga menimpa salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Madukara. Meski upaya penipuan ini gagal, tetapi sempat membuat resah sejumlah pihak yang menerima telepon.

Drs. Wahyono, MM, Kabag Humas SETDA menyampaikan bahwa penipuan dengan modus seperti ini sering terjadi dan merupakan modus lama. Biasanya berkait dengan adanya proyek-proyek. Untuk itu dihimbau agar seluruh Kepala Sekolah maupun Kepala Desa dan semua pihak agar tidak mudah percaya terhadap permintaan dari orang yang tidak bertanggung jawab. “Untuk mendapatkan proyek atau kegiatan harus melalui mekanisme perencanaan yang benar” jelasnya.

Terpisah, Syamsudin, S. Pd., M. Pd., Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara ditemui di Sanggar Pramuka, Rabu (17/02) menyatakan bahwa semua itu tidak benar. “Saya tidak pernah menelepon dan meminta sejumlah uang kepada Kepala Sekolah ataupun Kepada Kepala Desa” tegasnya.

Selanjutnya, ia berharap kepada Kepala Sekolah, Kepala Desa dan semua pihak apabila diminta sejumlah uang atas nama dirinya ataupun atas nama pejabat, tolong dicek dahulu kebenarannya. Bisa langsung menelepon beliau, ajudan ataupun Sepri di kantor. “Di jaman transparansi ini, jangan mudah percaya pada upaya-upaya penipuan seperti ini” katanya. (BNC/bjn/**–ekobr)

Tentang Penulis

Leave A Response