Hafal al-Qur’an, kuliah gratis hingga S-3

Ditulis 19 Feb 2010 - 22:23 oleh Banyumas1

MALANG – Bagi yang ingin menempuh pendidikan tinggi sampai S-3 dengan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun alias gratis, mudah saja. Syaratnya, harus hafal Al-Qur’an.

Kabar gembira ini datang dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof Dr H Imam Suprayogo saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-15 Pondok Pesantren Salaf Terpadu Ar-Risalah yang digelar di Aula Muktamar Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis, (18/2) malam.

“Mahasiswa yang hafal Al-Qur’an akan mendapatkan kuliah gratis hingga S3. Dan jika prestasinya bagus, akan dipromosikan menjadi dosen,” tutur pria kelahiran Trenggalek tersebut saat mengisi acara sambutan.

Menurutnya, pendidikan yang baik itu jangan terlalu formal hingga pada akhirnya jadi formalitas semata. Karena itu, mahasiswa perlu didekatkan pada tiga hal; Al-Qur’an, masjid, dan para kiai atau ulama.

Imam terobsesi dengan empat mahasiswa UIN Malang dalam kurun empat kali wisuda. Wisuda pertama, ada mahasiswa jurusan fisika tapi hafal Al-Qur’an 30 juz. Wisuda kedua, mahasiswa yang nilainya semua di atas rata-rata, juga hafal 30 juz. Wisuda ketiga, mahasiswa jurusan matematika, hafal pula 30 juz. Keempat, mahasiswa jurusan ekonomi, juga hafal Al-Qur’an 30 juz. Bahkan, skripsinya memakai bahasa Arab.

Mereka yang hafal Al-Qur’an, terbukti lebih mudah untuk memahami dan mendalami materi pelajaran. Untuk menghafal rumus fisika, matematika, dan lain sebagainya, mereka tak akan mengalami hambatan karena sudah terbiasa dengan Al-Qur’an-nya,” ujar Imam dengan mantab.

Oleh karena itu, Imam bercita-cita mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang jajaran pengurusnya hafal Al-Qur’an atau hafidz-hafidzah.

“Jika para pengurus atau dosennya demikian, saya yakin lulusan UIN Malang akan dapat membawa perubahan besar bagi bangsa ini,” kata Prof. Imam dengan penuh optimisme. Namun ia menyadari, untuk menciptakan iklim seperti itu dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dalam observasinya ke lapangan, bakat-bakat seperti itu umumnya hanya muncul dari pendidikan pesantren.

Sementara itu taushiyah dalam acara Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-15 Pesantren Ar-Risalah disampaikan oleh Habib Tohir bin Abdullah Alkaff.

Pondok Pesantren Ar-Risalah sendiri merupakan salah satu pendidikan yang mampu melahirkan lulusan yang berkelas. Lembaga ini pernah mendapatkan sertifikat ISO pada tahun 2008.

Lulusan pesantren banyak diterima di perguruan tinggi seperti Unair, ITS, ITB, Unibraw, Universitas Islam Malaysia, Universitas Al-Ahgaf, Yaman, dan masih banyak lagi. Pada tahun ini, dua siswanya telah dikirimkan ke Amerika Serikat untuk mengikuti pendidikan di universitas sana. Siswa juga dibekali dengan tiga bahasa asing, bahasa Jepang, Inggris, dan Arab. (BNC/NUol/mkh)

Tentang Penulis

Leave A Response