Pohon Peneduh Menjadi ‘PR’ Purbalingga Raih Adipura

PURBALINGGA – Menjelang penilaian kedua Penghargaan Adipura akhir Maret 2010, Purbalingga masih memiliki beberapa pekerjaan rumah untuk bisa mempertahankan anugrah bergengsi di bidang lingkungan hidup itu. Salah satu ‘PR’ yang harus menjadi prioritas yakni pohon peneduh, terutama di pemukiman seperti di Penambongan, Jl. Ahmad Nur (Kauman), Pasar Bancar, serta jalan-jalan arteri seperti Jl. Jendral Sudirman, Jl. DI. Panjaitan,
Jl. A. Yani dan Jl. AW. Sumarmo.

”Pohon peneduh memang membutuhkan waktu lama untuk bisa berfungsi sebagai peneduh. Tapi, untuk mendongkrak penilaian, masyarakat Purbalingga bisa mengantisipasinya dengan menggalakkan penghijauan,” jelas Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup – Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, Drs. Djaka Prakosa, M.Si dalam Expose Penilaian Adipura di
Operational Room Pemkab Purbalingga, Kamis (18/2).

Menurut Djaka, di lingkup Jawa Tengah, Kabupaten Purbalingga menempati posisi aman sementara ini. Hasil penilaian pertama rentang waktu Oktober – November 2009, Purbalingga menempati urutan kelima se-Jawa Tengah sengan nilai 74,63 mengalahkan kabupaten tentangganya, Banjarnegara, yang menjadi langganan Adipura.

Namun, jika Purbalingga tidak segera memperbaiki diri, bisa saja dalam penilian kedua ini mengalami penurunan yang berarti kecil peluang mempertahankan Adipura.

Selain pohon peneduh, Djaka menyoroti fungsi trotoar yang seringkali dialihfungsikan sebagai tempat berdagang. ”Parameternya mudah saja, kalau ada penyandang cacad berkursi roda kira-kira bisa lewat apa
tidak. Kalau tidak, ya mohon dibenahi jika ingin mempertahankan adipura,” tambahnya.

Djaka menambahkan, selama ini kriteria penilaian Adipura lebih dititikberatkan pada dua poin penilaian yakni aspek keteduhan dan aspek kebersihan. ”Kemungkinan ke depan perlu dipertimbangkan aspek estetika. Kalau yang ini, saya lihat Purbalingga sudah sangat baik,” pungkasnya.   (BNC/eci)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.