KDRT Masih Dianggap AIB

PURBALINGGA – Keengganan para korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya lebih pada upaya menutupi aib keluarga. Karenanya, menurut Ketua Tim Harapan Purbalingga Ny. Sudarli Heru Sudjatmoko, data yang berisi jumlah kasus KDRT di Purbalingga belum menunjukkan kondisi riil di
lapangan.

Sudarli menambahkan jumlah laporan yang masuk ke timnya memang mengalami penurunan, tapi bukan berarti kasus KDRT berkurang. Menurut Sudarli banyak hambatan dalam menangani tindak KDRT, khususnya dengan korban perempuan dan anak.

“Umumnya korban seperti seorang istri itu malu jika kasus KDRT yang dialami muncul di permukaan karena dalam persepsi mereka itu merupakan aib. Selain itu, banyak juga korban yang merasa takut akan mengalami KDRT yang lebih parah jika kasusnya terkuak,” jelas istri Wakil Bupati Purbalingga ini.

Sejauh ini, Tim Harapan Purbalingga menerima laporan KDRT sebanyak 19 kasus. Ada 13 kasus diantaranya yang berhasil dimejahijaukan. Sisanya dapat dituntaskan
secara kekeluargaan. (BNC/eci)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.