Batu akik tunjang ekspor nasional, meski trend di dalam negeri meredup

Ditulis 04 Feb 2016 - 23:50 oleh Banyumas1

batu mulia  nusantaraBanyumasNews.com – Trend batu akik di dalam negeri saat ini benar-benar meredup. Hanya kolektor sejati yang sebelum booming batu akik di tahun 2015 sudah bermain dan menggeluti hoby batu akik yang tentu saja masih bertahan. Namun mereka yang ikut-ikutan fenomena batu akik di awal tahun 2015 kini sudah ‘melupakan’ batu akik mereka.

Namun meski di dalam negeri batu akik trend meredup, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, data ekspor nasional sekarang ini mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, dimana salah satu yang menunjang ekspor itu adalah batu akik. Darmin dikutip Okezone mengatakan ekspor nasional bukan dari industri utama.

“Kini, tren ekspor telah beralih. Dari industri utama ke sektor industri padat karya seperti alas kaki, perhiasan, hingga batu akik”, katanya baru-baru ini.

“Bahkan bisa mengejutkan pertumbuhan ekspor barangkali industri utama alas kaki, yah masih bisa, tapi di daftar berikutnya ditemukan yang namanya perhiasan, itu batu akik itu, ada industri alat angkutan motor sebagian mobil,” kata Darmin lagi.

Salah satu batu akik yang diekspor adalah jenis Blue Oval Mizone. Batu akik asli dari Sukabumi Jawa Barat ini tidak hanya diminati oleh para pemburu batu akik dari Tanah Air, tetapi juga oleh peminat dari luar negeri.

Menurut Manajer Pemasaran PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi, Firmansyah, yang mengamati pengiriman barang melalui kantornya sebagaimana disitir Okezone, paket kiriman batu akik Blue Oval Mizone ini untuk wilayah domestik dikirim ke daerah Sulawesi, Sumatera Barat, Bengkulu, Sungai Dareuh (Aceh) dan sejumlah wilayah lainnya di Jawa Barat. Sedangkan pengiriman ke luar negeri didominasi ke Australia, China serta Rusia.

Pemasok batu akik itu mengirim 200 kg hingga 300 kg dalam bentuk bongkahan. Kemungkinan transaksi pembelian batu akik ini melalui sistem online. Adapun mayoritas pengirim paket batu akik merupakan warga di wilayah Kecamatan Sagaranten dan Pajampangan.

Eksportir Batu Akik, Syarif Hidayatullah mengatakan bahan batu akik Blue Oval Mizone asli Sukabumi banyak diminati dari berbagai negara Asia, Eropa dan Afrika.

Trend batu akik sendiri menurut pengakuan seorang penjual batu akik di pasar batu Rawa Bening, Mizuri, peminatnya memang menurun saat ini. Jika beberapa bulan lalu setiap orang membicarakan akik, saat ini sudah berkurang. Meski demikian, dirinya meyakini jika batu akik akan kembali diminati saat menjelang 2017. Meski mengalami penurunan, namun pria asli Betawi tersebut yakin jika batu akik bukan musiman.

Apa iya sih aka nada lagi musim batu akik? Kita tunggu saja. (BNC/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response