Yahya Fuad, dengan visi keumatan menuju Kebumen 1

yahya fuad (fb)

Siapa Yahya Fuad, calon Bupati Kebumen terpilih (menurut versi real count Tim Relawan) dalam Pilkada Kebumen yang digelar 9 Desember 2015 lalu? Ini sekilas profil Yahya Fuad yang diolah dari berbagai sumber.

Baca : Tokoh Muhammadiyah dan NU menuju Pilkada Kebumen

Ir. HM Yahya Fuad, SE lahir di Purwokerto, 15 Mei 1965, kini tinggal di Jalan Kartini Gombong dikenal sebagai tokoh pengusaha dengan bendera PT Tradha Group.

Bidang usahanya meliputi bidang kontraktor bangunan, pengembang perumahan (developer), pabrik pupuk organik (petroganik), SPBE (pengisian gas bersubsidi 3 Kg), SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum), dan biro perjalanan (tour & travel). Kantornya beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 509/523 Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Selain dikenal sebagai tokoh pengusaha, insinyur lulusan ITB (juga lulus SE dari Unpad) ini juga seorang aktivis organisasi keagamaan Muhammadiyah. Ia tercatat sebagai salah seorang ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen. Ia juga Pembina Dewan Kesenian Kebumen, dewan kehormatan PMI Kebumen.

PKU Muhammadiyah Gombong
PKU Muhammadiyah Gombong

Kemajuan amal usaha Muhammadiyah Cabang Gombong, berupa rumah sakit PKU Muhammadiyah dan Stikes Muhammadiyah tentu tidak terlepas dari peran serta kontribusinya. Keberadaan PKU Muhammadiyah yang berada di kota kecamatan Gombong pernah dipuji oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafi’i Ma’arif, dan ditulisnya dalam kolom resonansi harian Republika.

Kaitan erat HM Yahya Fuad dengan PKU Muhammadiyah tercemin dalam pembentukan Tim Relawan Fuad-Yazid, dimana tim relawan pemenangan Pilkada itu diketuai oleh Direktur PKU Muhammadiyah Gombong, dr Ibnu Nasser, yang oleh Buya Syafi’i Ma’arif disebut sebagai seorang ‘aktifi petarung’. Fuad mendapat partner yang mumpuni dalam tim pemenangannya, sampai-sampai seorang tokoh bangsa pun memuji dokter lulusan Fakultas Kedokteran UMY itu.

Visi Keumatan
Suami dari Hj Lilis Suryani ini maju dalam Pilkada Kebumen 2015 dengan menggandeng Gus Yazid (KH Yazid Mahfidz), politisi PKB dari kalangan nahdliyin (NU) yang memiliki akar cukup kuat di Kebumen. Bukan semata-mata alasan politis Fuad Yahya memilih Yazid sebagai pasangannya. Ada visi keumatan yang diusungnya dan menjadi mimpinya sejak lama.

Visi keumatan itu terungkap jauh sebelum pendaftaran calon bupati dimulai. Saat peresmian kantor Tradha Group, 15 Mei 2015 lalu, ketika pencalonanya belum final Fuad mengatakan kalaupun ia akhirnya maju dalam Pilkada Kebumen niatnya adalah didasari visi keumatan.

“Niat saya didasari kepentingan keumatan. Selama ini hubungan NU-Muhammadiyah sudah baik, namun masih sepotong-sepotong,” katanya ketika itu.

Ia berharap siapapun yang nantinya maju yang berasal dari tokoh terbaik dari kader NU-Muhammadiyah, semata-mata untuk meningkatkan hubungan yang sudah berjalan baik selama ini. Fuad berpandangan Pilkada 2015 bisa menjadi momentum tepat menyatukan umat Islam di Kabupaten Kebumen.

Gayung bersambut. Gus Yazid yang merupakan tokoh politisi PKB mulai mantap mendampingi Fuad dengan berbagai pertimbangan. Pertama, menurut Gus Yazid, demi keumatan; dan kedua untuk mewujudkan slogan Kebumen Beriman, slogan yang terdengar religious namun dalam prakteknya masih banyak hal yang harus dibenahi. KH Yazid Mahfudz atau Gus Yazid, bukan nama yang asing bagi warga Nahdliyin Kebumen, sebab keluarga Gus Yazid selalu aktif menjadi pengurus NU.

Restu Ibu
Ada yang menarik dalam proses pencalonan Fuad menuju Kebumen 1. Sampai bulan Juli 2015, Fuad belum mendapat restu dari sang ibu yang melahirkannya, Hj Siiti Nururrohmah. Ia ketika itu menyebut belum adanya restu ibundanya sebagai ‘kekurangan’ dan ia mengatakan tak akan maju menjadi calon bupati sebelum ada restu dari ibunya. Saat itu banyak pihak sudah menggadang-gadang dirinya untuk ikut ‘bertarung’ dalam Pilkada. Sebuah sikap yang menunjukkan betapa hormat dan baktinya pada orang tua.

Pada akhirnya restu itu datang. Fuad pun memulai langkah baru dari seorang pengusaha dan aktifis ormas keagamaan menuju kepemimpinan di birokrasi pemerintahan, menjadi orang nomor satu di Kebumen.

Fuad yang berlatar belakan ormas Islam modernis bergandengan tangan dengan tokoh dari representasi Islam tradisionalis bersama-sama memimpin Kebumen Beriman. Menjelang pencalonan keduanya, dosen IAINU Kebumen Drs Moh Dawamudin MAg menyatakan, bila terwujud, maka untuk kali pertama tokoh Islam modernis bergandengan dengan tokoh Islam tradisional dalam satu paket. “Selain itu, bila berhasil terpilih duet tersebut akan bisa memecahkan mitos bahwa bupati Kebumen selama ini didominasi Abangan, namun bisa pula dari kaum Santri”, katanya.

Kini apa yang dikatakan Dawamudin sebagai mitos itu sudah terpecahkan. Kebumen dipimpin duet dari kalangan santri (Muhammadiyah-NU) untuk periode 2016-2021. Sambil menunggu rekapitulasi resmi dari KPU Kebumen, kita sampaikan selamat dan semoga amanah.
(BNC/ist/diolah berbagai sumber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.