Demokrat usung ‘incumbent’ Nashiruddin; Golkar usung Poniman

Ditulis 15 Feb 2010 - 20:23 oleh Banyumas1

pilkadaKEBUMEN – Dengan mengantongi 15,22 persen suara atau 86.882 suara sah dalam Pemilu Legislatih 2009, partai Demokrat (PD) memastikan mengusung bakal calon (balon) incumbent KH M Nashiruddin AM yang dipasangkan dengan Probo Indartono SE dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Kebumen 11 April 2010 mendatang. Kubu Nashiruddin-Probo (Nashpro) optimis meraup dukungan 60 persen lebih dalam Pemilukada mendatang.

Nashiruddin yang sebelumnya digandeng PDI Perjuangan, bergabung dengan PD setelah mengenakan jaket PD yang diberikan oleh ketua DPD PD Jawa Tengah, Sukawi Sutarip, dalam rapat konsolidasi DPC PD Kebumen di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, awal Januari 2010. Sedangkan Probo Indartono adalah mantan Ketua DPRD Kebumen periode lalu. Melalui PDI Perjuangan, Probo terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kebumen 2009-2014.

Dalam tasyakuran Media Center Nashpro di Jalan Pahlawan, Mertokondo, Kebumen, Kamis (11/2) malam lalu, Nashiruddin mengungkapkan, DPP PD memberi rekomendasi kepada pasangan Nashpro untuk maju dalam Pemilukada mendatang. Rekomendasi ditandatangani Ketua Umum DPD PD Hadi Utomo dan Sekjen Amir Syamsuddin.

Calon Golkar

Sementara itu, Partai Golkar akhirnya menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Drs. H. Poniman Kasturo MM sebagai calon bupati (cabup) dalam Pilkada Kebumen mendatang. Meski demikian, siapa yang bakan mendampingi Poniman belum dipastikan.

Formulir pendaftaran bakal cabup dan cawabup telah diambil di Kantor KPU Kebumen, Jum’at (12/2) kemarin. Ketua Partai Golkar Kebumen, Slamet Marsoem, menjelaskan saat ini ada 13 nama hasil polling yang dilakukan lembaga survei independent yang masuk kriteria sebagai cawabup untuk Poniman. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang dari birokrat, pengusaha, politisi dan kaum profesional.

Informasi yang didapat, Partai Golkar mengincar sejumlah tokoh yang berasal dari kalangan nahdliyin, di antaranya Rois Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Drs. Masykur Rozaq dan Ketua DPC PKB Kebumen Drs. H. Machrur Adam Maulana MAg.

Terkait hal tersebut, Slamet mengaku masih mengharapkan agar PKB mau bergabung dengan koalisi partai Golkar dan PKS. Harapan serupa juga iga tujukan pada 9 parpol non parlemen. Termasuk Partai Hanura dan PKPB yang notabene masih satu keluarga.

Kalau digabung, perolehan suara dua parpol (PG dan PKS) ini sebanyak 15,73 persen. Rinciannya, partai Golkar 10,55 persen dan PKS 5,15 persen, sehingga memenuhi syarat mengusung calon sendiri. (BNC/ist)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Mas Iyank 28/02/2010 pukul 11:36 -

    suatu pernyataan yang tidak bisa ditolak bahwa para politisi khususnya di Indonesia adalah politisi busuk yang selalu mencari celah kelemahan dimana mereka selalu mengetengahkan pada masalah kasus yang pernah terjadi pada pemimpin sebelumnya akan tetapi tidak melihat kemajuan yang dihasilkan oleh pemimpin tersebut bahkan yang lebih fatal lagi dengan melihat kekayaan atau materi bagi para calon yang bakal diusung oleh partai mereka, akan tetapi dibalik semua itu bukankah hal tersebut telah direformasi, apakah mereka tidak dapat mencari calon yang benar-benar memenuhi syarat sebagai pemimpin yang sempurna dan paling tidak bisa dijadikan tolok ukur kemajuan daerah dengan berdasarkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang dari calon yang diusung nantinya?

Leave A Response