Purbalingga nominator teratas kabupaten pro-investasi

Ditulis 20 Jul 2009 - 18:53 oleh Sista BNC

Kabupaten Purbalingga masuk lima besar nominator dalam kabupaten/kota pro-investasi di Jateng. Dari lima kabupaten/kota tersebut, Purbalingga menduduki peringkat teratas. Dijadwalkan, kelima bupati/walikota dari wilayah yang masuk nominator tersebut akan memaparkan kebijakan dan kiatnya dalam meraih investasi di Gedung Grhadika Bhakti Praja Pemprov Jateng di Semarang, Kamis (23/7).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kodadiyanto SH MM yang dihubungi, Senin (20/7) mengatakan peringkat nominator teratas diraih Purbalingga dengan skor 3.659. Sementara peringat di bawahnya masing-masing Kabupaten Banyumas (skor 3.538), Kota Tegal (3.311), Kabupaten Kudus (3.305), dan Kabupaten Wonosobo (3.163).
“Pemberitahuan tentang nominator dan rencana pemaparan investasi ini disampaikan Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng melalui surat bernomor 582/1420/09/III tertanggal 13 Juli 2009. Rencananya, Bapak Bupati Triyono Budi Sasongko akan memaparkan langsung di hadapan lima panelis dari Pemprov dan pusat tentang kebijakan dan upaya meraih investasi ke Purbalingga,” kata Kodadiyanto.
Kodadiyanto menjelaskan, meski Purbalingga sebagai kota kecil, namun perkembangan investasi baik dari Penanaman Modal Asing (PMA), maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, jelas Kodadiyanto, nilai investasi PMA pada tahun 2008 tercatat Rp 184,3 milyar atau meningkat sebesar 34,04 persen dibanding tahun 2007 yang nilainya sebesar Rp 145,7 milyar. Sedangkan investasi dari PMDN pada tahun 2007 sebesar Rp 8,9 milyar.
“Prospek pengembangan investasi di Purbalingga di masa depan sangat baik, dengan mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan iklim kondusif yang selama ini terjaga. Dalam dua pekan terakhir saja, ada investor yang menyatakan akan berinvestasi di Purbalingga yakni PT Dharmapala Usaha Sukses (DUS) yang akan mendirikan pabrik gula rafinasi,” kata Kodadiyanto.
Kodadiyanto merinci, kinerja pengembangan investasi dalam tahun 2008 juga terlihat dari jumlah ijin usaha yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perijinan dan Investasi(KPPI) yang kini menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT). Tercatat jumlah ijin usaha yang diterbitkan sebanyak 3.856 dokumen. Kemudian jumlah perusahaan yang berorientasi ekspor PMA 18 buah, PMDN 18 buah, dan plasma 260 plasma. Jumlah perusahaan lokal dan memiliki ijin resmi sebanyak 3.130 perusahaan.
“Penyerapan tenaga kerja pada perusahaan berorientasi ekspor tercatat 26.722 untuk PMA, 13.289 orang untuk perusahaan PMDN, dan 11.183 orang pada usaha plasma,” kata Kodadiyanto.
Secara terpisah Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi mengatakan langkah pengembangan usaha dan investasi yang ditempuh antara lain melalui forum dialog antara Pemkab, pelaku bisnis, dan sektor finansial dalam pembahasan tataran kebijakandan evaluasi pelaksanaan secara berkala. Kebijakan lain yakni kemudahan perizinan usaha, menghilangkan pungutan-pungutan yang berakibat biaya tinggi, penyiapan sarana prasarana penunjang, fasilitasi promosi, jaminan situasi kondusif, dan upaya pelestarian lingkungan.
“Kebijakan terbaru yang kami terapkan adalah tidak perlunya perpanjangan izin HO sepanjang usaha tersebut tidak menimbulkan masalah di lingkungan,” kata Bupati Triyono sembari menambahkan pihaknya telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) perihal ijin HO ini. (banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

Leave A Response