Simbol-simbol masa lalu Sokaraja yang masih tersisa

kawasan pecinan sokaraja
Kawasan Pecinan Sokaraja (bangunan kotak putih bergaris NV Ko Lie kini sudah jadi puing)

Setelah pembongkaran bangunan kuno eks kantor NV Ko Lie Sokaraja, Kabupaten Banyumas, bangunan tua yang masih tersisa di Sokaraja yang ada sekitar bangunan NV Ko Lie adalah bangunan eks toko, gudang,  rumah toko yang dipakai sebagai usaha sekaligus tempat tinggal, dan bangunan klenteng Hok Tek Bio. Bangunan ini yang terkait dengan kedatangan dan peran etnis Tionghoa dalam perkembangan sosio-ekonomi Sokaraja dan Banyumas pada umumnya. Tentu ada bangunan kuno lain terkait dengan perkembangan Islam di Sokaraja, misalnya, yang di lain kesempatan bisa ditulis di sini.

Bangunan-bangunan itu terletak di sekitar Brug Menceng, jembatan di Sokaraja timur di jalan yang mengarah ke Purbalingga (ke timur), dan ke Pakembaran (arah ke barat). Sebelum brug menceng ada traffick light, yang dikenal sebagai ‘bangjo klenteng’. Kernet bus selalu berteriak ‘yang klenteng, yang klenteng’ untuk mengingatkan peumpang yang akan turun di lampu bangjo Sokaraja itu.

Deretan ruko di utara jalan arah ke Pakembaran
Deretan ruko di utara jalan arah ke Pakembaran
yang masih tersisa2
“Ruko’ (?) kuno di sebelah timur traffic light Sokaraja wetan

Di daerah sekitar Brug Menceng itu, ke di pinggur jalan arah menuju Pekembaran ada sederatan bangunan toko kuno yang disekat-sekat, yang ada di utara jalan. Bangunan itu masih berfungsi sebagai pertokoan.

Yang paling mencolok adalah bangunan besar, tinggi dan panjang di pojok timur yang berbatasan dengan sungai di utaranya. Sangat kentara kalau bangunan itu bangunan kuno dari warnanya yang sudah kusam, dan corak bentuk bangunan yang khas.

Deretan bangunan di seberang eks NV Ko Lie
Deretan bangunan di seberang eks NV Ko Lie

Kemudian di seberang bangunan kuno NV Kho Lie yang sudah menjadi puing, terdapat deretan rumah toko, salah satunya dipakai tempat usaha Salon Cantik, yang menurut info banyak mengetahui informasi mengenai sejarah bangunan tua di Sokaraja.

Apakah bangunan-bangunan kuno ini juga akan menjadi puing? Berkaca dari bangunan NV Ko Lie yang tercatat sebagai bangunan benda cagar budaya, yang ternyata toh bisa habis tinggal puing, bagaimana dengan bangunan yang tidak tercatat sebagai cagar budaya?

Sejarah mungkin tidak penting bagi sebagian orang, tapi jejak-jejak peradaban dan kebudayaan akan menjadi pengingat untuk kita bisa berbuat lebih baik di masa depan. Bangunan tua adalah simbol, yang ‘bercerita’ tentang masa lalu sebuah peradaban. Dan simbol, punya arti penting secara universal dalam kehidupan manusia.

Thomas Mann mengatakan, “Hidup yang menggunakan simbol-simbol berarti kebebasn sejati”.

sketsa gedung NV Kho Lie (Jatmiko W_Banjoemas Heritage)_1
Sketsa/maket gedung Ko Lie (Jatmiko W_BHHC)

(BNC/phd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*