Rp 700 juta untuk Pelayanan Kesehatan Warga Miskin Non Kuota

Ditulis 11 Feb 2010 - 22:23 oleh Banyumas1

PURBALINGGA  – Pemkab Purbalingga mengalokasikan anggaran Rp 700 juta untuk pemeliharaan kesehatan bagi warga miskin yang tidak terdaftar pada Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) maupun Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Pos anggaran pemeliharaan kesehatan warga miskin pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2010 itu dikelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purbalingga.
“Fasilitas keringanan biaya perawatan dan pengobatan bisa diperoleh warga miskin non kuota, baik di RSUD Purbalingga maupun di rumah sakit di luar Purbalingga,” ,” tutur Direktur RSUD Purbalingga, dr Nonot Mulyono MKes di ruang kerjanya, Rabu (10/2).
Untuk mendapatkan perawatan, warga miskin non kuota harus dilengkapi surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa dan kelurahan serta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaktertrans). Selanjutnya, Dinas Kesehatan memberikan surat  rujukan kepada rumah sakit yang bersangkutan.
“Kami melakukan seleksi yang ketat terhadap warga miskin non kuota (diluar program JPMK dan Jamkesmas) yang membutuhkan perawatan kesehatan. Ada dua macam fasilitas, yakni keringanan biaya pembayaran dan bebas dari biaya pembayaran,” ujar Nonot sembari menambahkan, ketatnya persyaratan tu untuk menyaring warga yang benar-benar miskin dan tidak mampu membayar biaya perawatan.
Disebutkan Nonot, kuota warga miskin penerima Jamkesmas di Purbalingga mencapai 420 ribu jiwa. Angka itu melebihi warga miskin yang jumlahnya kurang dari 300 ribu jiwa. Karena data yang tidak akurat, masih banyak warga yang benar-benar miskin tidak terdaftar pada jamkesmas. Sementara kelompok masyarakat yang lebih mampu justru mendapatkan fasilitas keringanan biaya pengobatan.
“Seperti penerima BLT (bantuan langsung tunai),” ujar Nonot.
Alokasi anggaran pelayanan kesehatan masyarakat miskin pada APBD 2010 sebesar Rp 700 juta itu lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1 miliar. Penyusutan anggaran itu karena pada 2009 lalu, pos dana itu hanya terserap Rp 449 juta. Masing-masing biaya rawat inap di RSUD Purbalingga Rp 93 juta, perawatan di RS Margono Soekarjo Purwokerto Rp 310 Juta dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Rp 46 juta.    (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response