Esia luncurkan jejaring pertemanan berbasis teks dan suara

esiaPURWOKERTO – Hari ini Bakrie Telecom memperkenalkan jejaring pertemanan bernama Esia TTM. Tak seperti istilah TTM di lagu milik Ratu, TTM disini merupakan singkatan dari Telusur Teman Mu.

Berbeda dengan jejaring lainnya yang biasanya berbasis web, Esia TTM adalah jejaring pertemanan berbasis suara dan teks pesan pendek yang disediakan bagi pengguna Esia.

“Esia TTM kami tujukan bagi kaum muda yang gandrung pada jejaring sosial atau pertemanan. Dengan layanan jejaring pertemanan melalui media telepon dan sms, ini diharapkan jumlah penggunanya bisa tumbuh dengan cepat,” ujar Erik Meijer, Deputy President Director Bakrie Telecom, ketika memperkenalkan layanan Esia TTM ini, Senin 8 Februari 2010.

Selama ini, kata Erik, keberadaan jejaring sosial begitu diminati oleh masyarakat Indonesia, dan penggemarnya terus melonjak dengan cepat. Padahal jejaring sosial yang ada, kebanyakan berbasis jaringan internet, dimana jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai sekitar 25 juta orang.

Sementara, pelanggan telepon selular di Indonesia sudah menembus angka 120 juta orang, dan keberadaannya telah menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan layanan ini, Esia merupakan yang operator pertama yang membuat inovasi jejaring sosial berbasis telepon dan SMS,” kata Erik. Lebih jauh, Erik menjelaskan, setiap pelanggan Esia kini sudah dapat mengakses layanan ini

Mereka bisa membuat profil mereka di jejaring pertemanan ini, untuk kemudian bisa mencari pelanggan Esia lainnya yang memiliki kesamaan-kesamaan, baik dari segi minat, hobi, daerah asal, lokasi sekarang berada, dan lain sebagainya.

Caranya, pelanggan musti menghubungi 141. Di nomor ini pelanggan mesti membuat profil pribadi meliputi minat, hobby, usia, jenis kelamin, dan lain-lain. Profil ini bisa dibuat di atas dua platform, yakni platform suara dan platform SMS.

Pelanggan yang membuat profil di atas platform suara, bisa memanfaatkan fitur ‘Voice Profile’, dimana mereka membuat pesan suara singkat yang menggambarkan profil dirinya. Sementara membuat profil di atas platform SMS diisi dengan pesan SMS tertulis.

Setiap pembuat profil baru akan mendapat satu nomor identitas yang disebut sebagai Chat ID, yang akan menjadi tanda pengenal dirinya sebagai pengganti nomor telepon.  Dengan Chat ID pribadi inilah ia dapat dihubungi langsung oleh pelanggan lain, baik lewat telepon maupun SMS.

Selanjutnya, Erik melanjutkan, pelanggan Esia tersebut bisa berbicara langsung dengan pelanggan Esia TTM lain yang terdaftar, tanpa harus memberikan nomor Esia-nya secara langsung (anonymous chat).

Jika ada panggilan telepon atau SMS dari satu Chat ID yang tidak dikehendakinya, maka ia bisa memblokir orang itu dengan memasukkannya ke dalam daftar hitam (blacklist). “Blacklist ini gunanya untuk menghindarkan pelanggan dari spamming atau gangguan yang tidak dikehendakinya,” ujar Erik.

Untuk menikmati layanan TTM, pelanggan perlu membayar biaya registrasi Rp 1000 per minggu dan biaya penggunaan Rp 500 per menit untuk panggilan telepon atau Rp 250 per sms.

Menurut Erik, walaupun layanan ini baru diuji cobakan pada minggu terakhir tahun 2009 lalu, jumlah penggunanya sudah cukup banyak. Sekitar 1500 pelanggan Esia telah tergabung dalam Esia TTM, melalui penyebaran informasi mulut ke mulut.(bnc/vi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.