Minyak tanah bersubsidi ‘hilang’ dari Jateng & DIY

ilustrasi
ilustrasi

Minyak tanah bersubsidi kini tidak akan ditemui lagi di Jateng dan DIY. Hal ini menyusul kedua provinsi ini telah menyelesaikan pendistribusian paket perdana program konversi mitan ke LPG 3kg di seluruh wilayah Kota/Kabupaten dan telah  mencapai 100% pada akhir Januari 2010. Total pendistribusian sebesar 10,4 juta paket.

Demikian dikatakan Basuki Trikora Putra, Vice President Communication Pertamina, kepada pers di Jakarta(06/02). “Program konversi di kedua provinsi tersebut dimulai sejak tahun 2007 dilaksanakan secara bertahap ke seluruh Kota dan Kabupaten,” imbuhnya.

Pertamina mengharapkan masyarakat dapat secara optimal menggunakan LPG 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari. Namun diingatkan kembali perhatian keselamatan dan cara penggunaan agar diperhatikan sungguh-sungguh, agar masyarakat terhindar dari bahaya kebakaran yang mungkin terjadi akibat kesalahan pemakaian kompor dan LPG 3 kg.Dengan selesainya program konversi, bukan berarti minyak tanah di kedua wilayah itu menghilang di pasaran. Minyak tanah masih ada namun  kini warga harus membelinya di harga keekonomian yang fluktuatif.

Masyarakat yang masih membutuhkan minyak tanah, Depot-Depot BBM Pertamina tetap menyediakan minyak tanah non subsidi dengan harga keekonomian dan disalurkan melalui beberapa pangkalan eks minyak tanah bersubsidi di masing-masing wilayah. Namun dengan harga mengikuti harga mitan yang berlaku di pasaran internasional. (BNC/mi/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.