Rendahnya Antusiasme Siswa dan Guru, Picu Kegagalan Fungsi Pengajaran Sastra

Ditulis 07 Feb 2010 - 21:32 oleh Banyumas1

puji jadi

Oleh: Puji Ambarwati, S.Pd *)

PENGAJARAN sastra akan  berhasil dengan sebaik baiknya seperti yang kita harapkan apabila usaha pembinaan apresiasi   didukung oleh   semua pihak    yaitu  guru,siswa,dan perpustakaan  yang  lengkap. Model kurikulum tingkat satuan  pendidikan  yang  sekarang  khususnya  di  SMK  terdapat  kompetensi  dasar menyimak  untuk  memahami  secara  kreatif  teks  seni  berbahasa  dan teks  ilmiah  sederhana. Hal  itu  menunjukan  betapa  tetap  pentingnya apresiasi sastra  bagi  siswa.

Menurut  pengamat sastra yang juga dosen UNJ, Drs.Sarwadi  fungsi  pengajaran  sastra  memiliki  tiga  hal diantaranya  adalah  fungsi  idiologis, fungsi  cultural  ,dan  fungsi  praktis.Fungsi  idiologis  adalah salah  satu  pembinaan  jiwa  Pancasila yang  memunculkan  sifat  susila,cakap,demokratis  ,dan  bertanggungjawab  atas kesejahteraan  masyarakat  dan  tanah  air . Fungsi  cultural  artinya  sastra  dapat  memindahkan milik  kebudayaandari  satu  generasi  ke  generasi  berikutnya. Sedangkan  fungsi  praktis  artinya  mempunyai  fungsi membekali  siswa  dengan  bahan-bahan  baik  untuk  kepentingan  melanjutkan  studinya  maupan  untuk  kepentingan  hidupnya  kelak.

Dari  berbagai  fungsi  pokok  yang telah  di  sampaikan  di   atas,  maka  pengajaran  sastra      di  sekolah harus  diarahkan  pada  pembinaan  apresiasi  sastra  pada siswa dan  memberikan  kepada  siswa pengetahuan  tentang sastra. Apabila  keduanya  dapat  berhasil  maka  tercapailah  nilai  formal  dan  material   pengajaran  sastra. Maksud  nilai  formal  pengajaran  sastra  adalah  dapat mengembangkan  rasa  estetis  siswa  dan  menumbuhkan  daya  kritis  serta  selektif  siswa  terhadap  karya  sastra. Siswa  akan  lebih  senang  membaca  buku  yang  bernilai  sastra  dibandingkan  buku  cerita  picisan. Nilai  material  artinya dapat  menambah  dan  memperkaya    pengetahuan  sastra.

Menjadi alamat buruk, jika para pihak tidak memberikan dukungan terhadap pembinaan apresiasi sastra dan guru tidak kompeten di bidang sastra. Misal guru, tidak menguasai sastra dan siswa malas membaca serta perpusatakaan yang tidak lengkap.

Supaya  pengajaran  sastra  benar-benar  berfungsi  maka  perlu  adanya  usaha  yang  harus  dilakukan  seperti  menyusun  bunga  rampai,adanya  majalah  dinding,taman  bacaan,pementasan  drama,,lomba  mengarang,dan  sebagainya.Dengan adanya  evaluasi dan control  yang  sungguh-sungguh  maka  pengajaran  sastra akaan berhasil  baik  dan  dengan  demikian pembinaan  apresiasi berhasil  pula.

*)Puji  Ambarwati, S. Pd, peminat sastra dan guru SMK Negeri 2 Banyumas

Tentang Penulis

Leave A Response