Mendesak: Perda Perlindungan Tanaman dan Satwa

BANJARNEGARA – Raperda Nomor 04 Tahun 2010 tentang Perlindungan, Pengendalian, serta Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa diajukan dengan argumentasi mendesaknya perlindungan terhadap tanaman dan satwa tertentu untuk terpeliharanya kelestarian lingkungan.

Demikian Pidato Pengantar Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT di depan peserta sidang paripurna DPRD Banjarnegara dengan agenda Penetapan Perda No. 170 tahun 2010 tentang Persetujuan DPRD Banjarnegara terhadap 6 Raperda Tahun 2010, dari 7 Raperda yang diajukan, Jumat (05/02).

Bupati berpendapat, akibat ketiadaan peraturan yang mengatur masalah perlindungan Tanaman dan Satwa ini mengakibatkan salah satunya adalah terjadinya perburuan hewan secara liar dan tidak terkendali. Ketika ekosistem terganggu secara alami alam bereaksi. Dampaknya bagi lingkungan sekarang ini mulai terlihat. Salah satu fenomena lingkungan yang sekarang ini kita tandai adalah kelangkaan satwa burung yang secara alami berfungsi sebagai musuh alami hama tanaman. “Akibatnya jelas, hama tanaman berkembang pesat karena berkurangnya musuh alami” katanya.

Meskipun begitu, Bupati dapat memahami alasan penundaan Fraksi-Fraksi DPRD dimana dalam penetapan Raperda tersebut menjadi Perda perlu didahului terlebih dahulu adanya kajian akademis serta penelitian terhadap tanaman dan satwa yang harus dilindungi agar di kemudian hari tidak memunculkan persoalan dan kesulitan di tengah masyarakat.

“Hanya saja saya mengingatkan bahwa bila kita tidak memulai melakukan perlindungan terhadap tanaman dan satwa langka mulai dari sekarang, suatu saat satwa dan tanaman langka tersebut dapat benar-benar punah dari lingkungan sekitar kita” katanya. (BNC/**–ekobr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*