Praktek dukun aborsi digrebek polisi

BREBES – Tidak dinyana dan disangka-sangka, di sebuah pelosok desa bernama Cibuniwangi (barat daya Brebes) ada praktek perdukunan aborsi alias pengguguran janin dalam kandungan. Hal ini terungkap berkat kesigapan aparat jajaran Kepolisian Resor (Polres) Brebes, yang Senin (01/02) berhasil menggerebek tempat praktik aborsi (pengguguran kandungan) yang dilakukan tersangka Wajad (52)  di Desa Cibuniwangi, yang masuk wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tersangka Wajad ditangkap polisi ketika sedang melakukan praktik aborsi pada seorang pasiennya. Polisi melakukan penggerebekan terhadap tersangka tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat setempat yang mengetahui adanya praktik aborsi. Dari pemeriksaan sementara praktik aborsi yang dilakukan tersangka merupakan kali kedua, karena sebelumnya, tersangka juga pernah menggugurkan kandungan seorang pasien lain.

Selain meringkus tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti kain sarung, sebuah mangkuk, dan uang sebesar Rp. 850.000 yang diduga untuk membayar praktik aborsi. Bukti itu disita untuk bahan penyelidikan selanjutnya,  sedangkan tersangka telah diamankan di Mapolres Brebes.

Wajad melakukan ‘praktek’  ruang kamar rumahnya. Ia mengatakan sebenarnya hanya tukang pijat biasa, namun  karena diminta pasien untuk memijat bagian perut hingga janin keluar. Dari pengakuannya ia dibayar Rp. 1,4 juta dari pasien pertama, dan yang kedua ini mendapat bayaran Rp. 1,5 juta. Akibat ‘praktik haram’ itu, kini ia menanggung akibatnya meringkuk di sel Mapolres Brebes. (BNC/ist/ant)

1 Comment

  1. Masih ada dukun aborsi di daerah pasar Gandrung (belakang stasiun kereta api Cilacap ,dukunnya laki2 sudah tua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.