Mengapa Hari Jadi Banyumas berubah menjadi tanggal 22 Februari 1571?

pendopo si panji

Peringatan Hari Jadi Banyumas 6 April 2015 yang lalu adalah peringatan terakhir Hari Jadi Banyumas bertanggal 6 April. Mulai tahun 2016, peringatan Hari Jadi Banyumas akan jatuh pada tanggal 22 Februari. Perubahan ini menyusul ditetapkannya Perda yang telah disetujui Bupati Banyumas dalam rapat paripurna DPRD Banyumas, Senin (8/6/15), yang menyetujui perubahan Hari Jadi Banyumas semula tanggal 6 April 1582 menjadi 22 Februari 1571.

Bupati Banyumas yang diwakili Wakil Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan, dalam rapat paripurna DPRD itu akhirnya menyetujui hasil Raperda Prakarsa DPRD tentang Hari Jadi Banyumas. Atas dasar persetujuan itu, maka hasil tersebut akan segera ditetapkan menjadi peraturan daerah Banyumas. Pemkab pun akan segera memintakan nomor register perda kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai perwakilan pemerintah pusat.

Dengan perubahan hari jadi tersebut,ada perbedaan rentang waktu 11 tahun, dimana Hari Jadi Banyumas yang baru ditetapkan 11 tahun lebih tua. Sehingga di tahun depan menurut Bambang Pudjianto, Ketua Pansus Hari Jadi Banyumas, Banyumas akan merayakan hari jadinya yang ke 445.

Mengapa Hari Jadi Banyumas berubah? Dari sumber-sumber yang bisa dikumpulkan, penentuan tanggal tersebut didasarkan pada penelusuran sumber sejarah yang mendalam. Naskah sejarah yang dinilai penting dan menjadi rujukan semua fraksi di DPRD adalah naskah Kalibening yang tergolong sakral dan tidak sembarang waktu boleh dibuka dan dibaca.

Keadaan fisik naskah tersebut sudah tak bisa dibaca secara keseluruhan, sebab beberapa teks rusak, beberapa halaman telah hilang, dan tokoh-tokoh yang diceritakan di dalamnya bersifat anonim (tak disebutkan nama-namanya) namun dinilai tetap bisa jadi pijakan. Jati diri tokoh tetap bisa diinterprestasikan melalui perbandingan dengan teks-teks lain. Hal ini pernah dikatakan Wakil Ketua Pansus Hari Jadi Banyumas, M Erlangga, politisi dari Gerindra dalam pembahasan Raperda yang membahas perubahan hari jadi ini awal April 2014 lalu.

Dikatakan ketika itu, berdasarkan penelitian dan telaah mendalam terdapat sebuah naskah yang sangat penting dalam kaitan penelusuran sumber sejarah hari jadi Kabupaten Banyumas. Naskah tersebut dikenal dengan naskah Kalibening. Naskah itu lebih dapat dijadikan pijakan dalam menentukan hari jadi Banyumas dibandingkan dengan penetapan hari hari jadi tanggal 6 April 1582.
Yang menjadi dasari penetapan tanggal 22 Februari 1571 sebagai Hari Jadi Banyumas, karena tanggal tersebut merupakan momentum tanggal diwisudanya R Joko Kaiman bergelar Adipati Warga Utama I sebagai Adipati Wirasaba VII.

”Artinya tanggal tersebut merupakan patokan paling tepat, sebab memuat sejarah awal mula lahirnya Kabupaten Banyumas serta awal pelaksananan pemerintahan dan kegiatan pembangunan daerah di wilayah ini,” ujar Erlangga seperti dikutip Suara Merdeka.

Adapun tanggal 6 April 1852 hanya berdasar pada saat R Joko Kaiman membangun kali pertama pusat pemerintahan yang baru di Banyumas. Berarti saat itu pemerintahan Banyumas sudah mulai berdiri dan Joko Kaiman sudah mempunyai kewenangan untuk mulai membangun dan menjalankan roda pemerintahan.

Demikianlah, tanggal 22 Februari 1571 akhirnya dijadikan patokan Hari Jadi Banyumas.”Sebagaimana diibaratkan awal pemerintahan Kabupaten Banyumas diawali dengan dilantiknya bupati. Bukan karena diawali selesainya renovasi Alun-alun Banyumas,” kata Erlangga lagi.

Selamat memiliki Hari Jadi Banyumas yang baru… (BNC/adhis)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.