Senin (1/2), Neno Warisman hadir di seminar dan launching RSBI SD Al-Irsyad 01

logo al irsyadPURWOKERTO – Neno Warisman, artis tenar di era 80-an, yang kini aktif dalam dunia sosial pendidikan dan pengasuhan anak, akan tampil sebagai pembicara dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan SD Al-Irsyad Al-Islamiyah 01 Purwokerto, Senin (1/02). Seminar bertema pendidikan ini diadakan dalam rangka Open House 2010 SD Al-Irsyad Al-Islamiyah 01 sekaligus launching sekolah tersebut sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Selain mengadakan seminar nasional, open house juga diisi dengan kegiatan Big Assembly murid SD favorit di Purwokerto itu berupa “Seribu Aksi stop Global Warming”, lomba TK senam sehat gembira, pada Sabtu (30/01).

Masih dalam rangkaian open house, pada Ahad (31/01) ada kegiatan Dongeng Kak Bimo, lomba mewarnai murid TK, bazaar, festival kuliner, bhakti sosial dan khitanan missal.

Tentang Neno Warisman

Neno Warisman
Neno Warisman

Hj. Titi Widoretno Warisman lebih akrab dipanggil Neno Warisman (lahir 21 Juni 1964; umur 45 tahun) dulunya adalah penyanyi dan bintang film era 1980-an. Sekarang, Neno aktif di dunia sosial dan pendidikan, terutama pengasuhan, peran ibu dan peran keayahan.

Sejak kecil Neno telah menunjukkan kesukaannya pada puisi dan deklamasi. Bahkan pada tahun 1978, Neno terpilih sebagai juara baca puisi se-Jakarta. Neno pun melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra Perancis Universitas Indonesia.

Neno terkenal sebagai penyanyi di era 80-an. Lagu Neno banyak yang terkenal hingga kini, seperti lagu “Matahariku”, begitu pun duetnya dengan Fariz RM, “‘Nada Kasih”, dan juga lagu religi “A Ba Ta Tsa”.

Sebagai pemain film, Neno terkenal karena aktingnya sebagai Sayekti di film Sayekti dan Hanafi yang ditayangkan TVRI dan disutradarai oleh Irwinsyah. Selain itu, Neno juga pernah bermain dalam film Semua Sayang Kamu (1989) yang masuk dalam nominasi Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 1989. Tahun 2005, Neno bermain dalam film garapan Garin Nugroho Rindu Kami PadaMu (2005). Film ini meraih penghargaan sebagai film terbaik Asia di Osian’s Cinefan Festival ke-7 di New Delhi, India, yang berlangsung 16-24 Juli 2005.

Pada tahun 1991, Neno memutuskan untuk memakai jilbab dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk dunia sosial dan pendidikan serta aktif membantu sosialisasi program Pendidikan Anak Dini Usia (PAUD) Departemen Pendidikan Nasional. Sering diundang untuk berbicara di seminar-seminar para ibu. Berbicara terutama tentang pengasuhan anak yang benar, pendidikan negeri, dan kesehatan.

Pada ulang tahunnya yang ke-40, 21 Juni 2004, Penerbit Syaamil menerbitkan buku Neno bertajuk Izinkan Aku Bertutur. Tahun 2006, dengan penerbit yang sama, Neno merilis buku berjudul Matahari Odi Bersinar Karena Maghfi. Buku pertama dari trilogi opera keluarga ini adalah sebuah refleksi batin yang tulus dan amat mendalam dari seorang Neno Warisman tentang keajaiban keajaiban jiwa yang ia alami dan saksikan dari anak anaknya yang menggemaskan, smart, aktif dan shalih.

Pada bulan juni 2008 memulai kampanye “PMM”, pola makan yang menyelamatkan.

Neno menikah dengan Ahmad Widiono Doni Wiratmoko dan memiliki 3 orang anak, Giffari Zakka Waly, Maghfira Izzani Maulania, dan Raudya Tuzzahra Ramadhani.(BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.