CPNS Jangan ’Glawikan’ Istri Orang

Ditulis 29 Jan 2010 - 20:19 oleh Banyumas1

Purbalingga – Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si meminta kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mematuhi aturan-aturan dalam kepegawaian. CPNS juga harus memberikan sikap dan contoh yang baik di masyarakat. ”CPNS jangan glawikan (menggoda) istri orang atau berbuat yang tidak bermoral yang bisa berakibat tidak diangkat sebagai PNS. Tahun lalu ada CPNS yang berbuat seperti itu, dan ada laporan dari keluarga korban, maka yang bersangkutan langsung diberhentikan dan akhirnya gagal menjadi PNS,” kata Bupati Triyono BS.

Bupati mengatakan hal tersebut ketika menyerahkan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2009 dari tenaga honorer dan SK PNS bagi Sekretaris Desa (Sekdes) di Pendopo Dipokusumo, Jum’at (29/1). SK CPNS yang diberikan sebanyak 74 orang dan 23 SK PNS sekdes.

Bupati juga meminta kepada para CPNS penerima SK untuk bersyukur, bukan malah kecewa. Dimanapun ditempatkan, harus disyukuri karena telah bisa diangkat menjadi CPNS. ”Coba, bayangkan, ketika penerimaan CPNS lalu, dari sekitar 15 ribu pendaftar, hanya 456 saja yang dibutuhkan. Persaingan begitu ketat, kalau saudara-saudara mengikuti tes CPNS formasi umum kemarin, pasti belum tentu diterima. Oleh karenanya harus bersyukur dengan menunjukkan rasa tanggungjawab dalam bekerja,” pinta Bupati.

Bupati juga meminta kepada para CPNS untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Jika ada yang belum bisa menggunakan komputer, luangkan gaji CPNS saudara untuk mengikuti kursus. Kalau SDM pas-pasan dan tidak memiliki kemampuan lebih, maka hanya akan menjadi uncal-uncalan (suruhan sana-sini) oleh pimpinan. ”Buktikan jika saudara yang menjadi CPNS dari jalur honorer adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan tanggungjawab. Jangan kalah dengan CPNS yang melalui seleksi formasi umum,” pinta Bupati Triyono.

PNS Sekdes

Sementara itu kepada para PNS Sekdes yang menerima SK PNS, Bupati berharap agar sekretaris desa menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan administrasi pemerintahan di desa. Keberadaan  Sekdes PNS harus bisa meningkatkan pelayanan publik di desa. ”Jangan sampai, setelah ada sekdes PNS, balai desa tetap saja tutup lebih awal. Bagaimana mau melayani masyarakat dengan baik,” kata Bupati Triyono.

Dalam kesempatan yang sama, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purbalingga Wahyu Kontardi, SH mengatakan, dengan diangkatnya pengangkatan CPNS honorer formasi 2009, maka pengangkatan tenaga honorer yang masuk data base telah diselesaikan seluruhnya.

Wahyu menjelaskan, database tenaga honorer berdasarkan PP 45 tahun 2005 di Kabupaten Purbalingga sebanyak 2007 orang.  Dari jum harus disyukuri karena telah bisa diangkat menjadi CPNS. “ewa.  Sipil (CPNS) formasi tahun 2009 dari tenalah tersebut, yang ditetapkan NIP-nya sebanyak 1976 orang yang terinci per tahun 392 orang (tahun 2005), 688 (2006), 668 (2007), 154 (2008) dan sebanyak 74 orang pada formasi 2009.

”Ada sebanyak 31 orang tenaga honorer tidak dapat diangkat sebagai CPNS karena meninggal dunia, mengundurkan diri, dan tidak memiliki ijasah,” kata Wahyu Kontardi.

Untuk PNS sekdes, lanjut Wahyu, pengangkatannya dalam tiga tahap. Tahap pertama untuk mengisi formasi tahun 2007 sebanyak 64 orang, tahun 2008 sebanyak 23 orang, dan tahap ketiga sebanyak 15 orang untuk formasi 2009 yang saat penetapan NIP-nya masih menunggu proses di Badan Kepagawaian Nasional (BKN). ”Jumlah sekdes yang telah diverifikasi dan memenuhi syarat untuk diangkat sebagai CPNS sebanyak 102 orang,” rinci Wahyu. (BNC/tgr)

Bupati Purbalingga,TBS, memberikan ucapan selamat kepada Silas Hayati Natalisa, SE  salah seorang tenaga honorer di Bagian Humas Setda yang diangkat menjadi CPNS. (foto:tgr/BNC)

Bupati Purbalingga,TBS, memberikan ucapan selamat kepada Silas Hayati Natalisa, SE salah seorang tenaga honorer di Bagian Humas Setda yang diangkat menjadi CPNS. (foto:tgr/BNC)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. istanti 30/01/2010 pukul 11:04 -

    Kenapa ada perbedaan wiyata bakti di sekolah negeri dan swasta???

Leave A Response