SMKN 2 Terima Sertifikat ISO 9001 : 2008

PURBALINGGA–SMKN 2 Purbalingga berhasil meraih sertifikat manajemen mutu pendidikan ISO 9001 : 2008 dari PT TUV Rheinland. Sertifikat ini diserahkan oleh Wakil Bupati Drs Heru Sudjatmoko, M.Si kepada kepala sekolah SMKN 2 Purbalingga Drs Khamson SH MM, Rabu (27/1).Penerimaan sertifikat ISO 9001 : 2008 ini bertepatan dengan hari ulang tahun SMKN 2 Purbalingga yang ke-6.
Dalam kesempatan itu, juga ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara SMKN 2 Purbalingga dengan lembaga pendidikan ketrampilan (LPK) International College Purwokerto tentang peningkatan kualitas guru dan karyawan dalam penguasaan bahasa Inggris. Dan MoU dengan kelompok tani budidaya ikan gurame desa Bajong Bukateja, tentang pembelian pellet ikan produk SMKN 2 Purbalingga bagi kelompok pembudidaya ikan gurame.
Kamson mengemukakan, ketika berdiri empat tahun lalu,  SMKN 2 Purbalingga  hanya memiliki 72 siswa, namun kini  sudah memiliki 819 siswa yang terbagi dalam 25 rombongan belajar (kelas).
“Berkat pembelajaran yang intensif, tingkat kelulusan pada tahun pertama hanya 74%, sedangkan pada tahun ajaran 2008/2009  mencapai 100%,” ujarnya.
Dengan dimilikinya sertifikat ISO ini, Khamson berharap, proses belajar mengajar di SMKN 2 Purbalingga semakin tertata, sesuai prosedur dokumen-dokumen yang diperlukan. Karena dengan ISO, semua kegiatan harus melalui perencanaan, dan dievaluasi setiap paska pelaksanaan.
Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Heny Ruslanto saat memberikan sambutan mengungkapkan, di Purbalingga baru 2 SMK yang mendapatkan sertifikat ISO, yakni SMKN 1 Purbalingga dan SMKN 2 Purbalingga.
Sertifikat ISO tentang manajemen mutu merupakan salah satu persyaratan untuk menjadi sekolah berstandar internasional (SBI).Dinas Pendidikan menargetkan paling tidak pada tahun 2013 sebanyak 30% sekolah pendidikan setingkat SMA sudah bersertifikat ISO 9001 : 2008. Dan pada tahun 2015 pemerintah menargetkan perbandingan SMK dan SMA sebanyak 70 : 30.
Di kabupaten Purballingga , saat ini perbandingan SMK : SMA baru 53 berbanding 47.Heny Ruslanto memastikan perbandingan 70% SMK dan 30% SMA dapat dicapai pada tahun 2015 mendatang.(BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.