Cilongok terancam krisis air bersih

Ditulis 17 Jul 2009 - 22:08 oleh Sista BNC

Memasuki kemarau tahun ini, beberapa wilayah di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas terancam krisis air bersih. Beberapa daerah yang rawan akan kelangkaan air bersih tersebut khususnya berada di wilayah selatan. Ironisnya, wilayah tersebut sampai saat ini tidak terjangkau pelayanan air dari PDAM.
Seperti di Desa Jatisaba, Kasegeran, Pejogol, Panusupan, dan Sudimara yang setiap tahun mengalami kerawanan air bersih. Masyarakat di wilayah tersebut belum semuanya terlayani oleh PDAM. Bahkan, di dua dusun di Desa Sudimara, sekarang ini menginginkan droping air bersih dari dinas terkait.
Kades Sudimara Waryoko mengatakan di Dusun Tembelang dan Martelu hampir tiap tahun mengalami kekeringan. Bahkan sudah mulai krisis air bersih. “Warga di dua dusun itu sekarang ini sedang menanti droping air bersih dari PDAM,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (17/7).
Dia mengatakan sumur galian milik warga yang memiliki kedalaman antara 15-25 meter, mulai mengering dan airnya keruh. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, penduduk terpaksa mencari sumber air yang masih ada airnya meski harus jalan kaki cukup jauh dari rumahnya.
Waryoko menjelaskan, permasalahan ini sebenarnya sudah mendapat perhatian dari Pemkab. Pada tahun 2006 desa telah mendapatkan bantuan dari dinas terkait berupa pipa. Pipa itu digunakan untuk saluran air bersih yang diambil dari sumber mata air di Desa Cilongok. Namun selang satu tahun, sumber mata air di desa itu mengering, sehingga warga kembali kesulitan air bersih.
Di desa itu, hampir setiap pagi dan sore penduduk yang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih itu berlomba cepat ke sumber air agar bisa mendapatkan satu atau dua ember air untuk kebutuhan memasak di rumah. Sumber air yang masih tersisa pun debit airnya terbatas.
Apabila penduduk yang mengambil air jumlahnya banyak, dalam waktu satu atau dua jam sudah mengering. Setelah beberapa jam dibiarkan tak diambil, air yang ada di sumber seperti sendang atau belik kembali terisi. Jaraknya pun cukup jauh, yakni mencapai 500 meter dari rumah penduduk.
Sukirno warga Dusun Martelu menuturkan, sejak sepekan terakhir warga sudah mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih. “Saya terpaksa mengambil air di sendang, meski harus ngantri dengan warga lain,” ungkapnya.
Waryoko mengharapkan Pemkab seharusnya memperhatikan desa-desa rawan air bersih. Sebab, hampir setiap tahun di desa tersebut kesulitan air bersih. “Kami harap Pemda memberikan bantuan pembangunan sumur bor. Sebab, warga sangat kesulitan air bersih saat kemarau datang,” katanya. (banyumasnews.com/pjl)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. riyan 14/08/2010 pukul 16:41 -

    saya mengharapkan PDAM bisa masuk desa kasegeran

  2. tunggul 18/12/2009 pukul 07:41 -

    kapan PDAM bisa masuk sudimara kususnya yang ke timur…. kami mau kok pasang PDAM asal jangan kemahalan biaya pemasanganya y…

Leave A Response