Sekdes Pekuncen minta kejelasan tunjangan

Ditulis 17 Jul 2009 - 22:03 oleh Mr Banyumas

Sejumlah Sekretaris Desa di Pekuncen, meminta penjelasan tentang tunjangan kinerja antara sekdes yang diangkat PNS dengan sekdes/seklur PNS. Mereka mengaku selama ini belum menerima tunjangan kinerja seperti PNS lainnya.
“Selama ini kami belum menerima tunjangan kinerja. Sementara Sekdes dari PNS mendapat tanah bengkok 50 persen,” tutur sekdes yang namanya tidak mau dikorankan.
Hal tersebut, menurut sumber itu, dapat menimbulkan kecemburuan. Apalagi tugas dan fungsi antarasekdes yang diangkat dan sekdes dari PNS sama. “Masa kita sama-sama sekdes PNS tapi ada kesenjangan kesejahtaraan,” kata dia diamini Sekdes lain.
Sumber itu menjelaskan, sebagaimana digariskan dalam suerat Mentri Dalam Negeri No.141/2325/PMD tanggal 20 November 2007, perihal pengangkatan sekretaris desa menjadi PNS. Surat itu menyebutkan, Sekdes ketika SK pengangkatan PNS sudah diterima, maka terhitung SPMT secara otomatis penerimaan penghasilan tetap dari tanah bengkok diberhentikan.
Selanjutnya, status tanah bengkok tersebut menjadi kekayaan desa dan dikelola oleh pemerintah desa. Tetapi, Sekdes tetap berhak atas tunjangan kinerja yang berasal dari APBDesa. “Ini yang menjadi pertanyaan kita. Kenapa sudah jelas ada aturannya, tapi kita belum menerima tunjangan kinerja,” kata sumber tersebut.
Sementara itu, Kabag Pemdes Kabupaten Banyumas Drs R Suryanto MSi saat dikonfirmasi mengatakan, seluruh Sekdes yang diangkat PNS atau Sekdes dari PNS disamaratakan. Mereka tidak mendapat tanah bengkok. “Mereka Sekdes sama. Mereka tidak mendapat bengkok, melainkan gaji bulanan,” katanya.
Terkait tunjangan, Suryanto menjelaskan, seluruh Sekdes yang diangkat menjadi PNS telah mendapat tunjangan yang disesuaikan dengan tunjangan penghasilan jabatan fungsional umum, atau sama seperti Seklur. (banyumasnews.com/pjl)

Tentang Penulis

Leave A Response