Mural Jalan Adiyaksa Purwokerto, akan langgengkah?

Ditulis 24 Jan 2010 - 23:41 oleh Banyumas1

Coba Anda lewat jalan Adiyaksa Purwokerto, jalan di sebelah barat komplek Kebondalem, maka akan menemukan pemandangan yang menarik. Sudah hampir sebulan, tembok dinding sebelah utara jalan, dari depan ‘balai paras’ (itu lho, tempat potong rambut murah meriah, hanya Rp. 6 ribu) sampai pertigaan depan Toko Metro, terpampang dan dihiasi dengan lukisan tembok yang disebut ‘mural’.

Tukang parkir ‘balai paras’ mengatakan sudah kurang lebih sebulan gambar dinding itu ada, dan dikerjakan oleh seniman-seniman ‘berambut gondrong’ – demikian tukang parkir menyebut para pembuat mural itu. Tapi, ada satu tulisan yang jelas di situ, yaitu TEATER ESHA, yang –paling tidak– menjelaskan kelompok itulah salah satu pembuat mural itu.

Terlepas dari siapa yang melakukan, tentu kita berterima kasih kepada mereka, karena telah menampilkan sesuatu yang baru pada kota ini. Kalau sebelumnya mural hanya ada di dalam sekolah (antara lain di SMA 5 Purwokerto, untuk menyebut satu contoh), kini mural tampil di hadapan publik dan dapat ‘dinikmati’ oleh mereka yang lewat di jalan Adiyaksa.

Pesan moral yang disampaikan pun mengena, berisi ajakan menjauhi narkoba. Misalnya “Awas bahaya narkoba”, “Awas Narkoba!!! Kasihanilah anak kita”, “Jangan dicoba” (di atas gambar jarum suntikan).

Bagi Anda yang memerlukan pengertian mural, kita kutip wikipedia di sini. Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Berbeda dengan graffiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar

Belajar pada Jogja

Dengan mural, kesan kekumuhan akan hilang. Bahkan di Jogja, sebuah kolong jembatan yang di banyak tempat mungkin saja identik dengan kekumuhan, ketidakteraturan dan kriminalitas, berhasil ‘disulap’ menjadi pemandangan yang menarik. Misalnya Jembatan Lempuyangan, areal yang ada di bawahnya menjadi ruang publik alternatif, menjadi tempat untuk membangun imajinasi.

Kini, jika anda berkunjung ke areal bawah jembatan layang Lempuyangan, anda bisa menikmati mural-mural cantik yang dibuat oleh Apotik Komik. Mural-mural itu tergambar dari ujung selatan ke ujung utara jembatan layang, juga mewarnai setiap tiang-tiang beton yang menjulang. Tentu, kebanyakan mural mengusung nuansa fun, menyesuaikan dengan tempatnya yang sering digunakan untuk membangun imajinasi anak-anak, meski beberapa ada yang membawa pesan-pesan cukup serius.

Semakin semaraknya kegiatan seni corat-coret tembok menggunakan cat atau mural di Kota Jogja semakin mengukuhkan Jogja sebagai kota seni budaya. Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto bahkan berharap agar seniman muda Jogja senantiasa mengembangkan kreatifivitasnya dalam berkesenian khususnya dalam hal seni mural. Jogja bahkan telah menerima penghargaan MURI dalam kategori peserta mural terbanyak pada ‘Jogja Wall Nation’ di Alun-alun Utara, November 2009 lalu.

Sebagai warga kota, kita berharap semakin banyak mural di Purwokerto, demi menambah keindahan kota, dan –yang penting juga—menjadi arena berkreasi dan berimajinasi para seniman, perupa (pelukis) yang ada di kota Purwokerto. Dan, sebagaimana dukungan walikota Jogja pada aktifitas mural ini, tidak ada jeleknya Pemkab Banyumas mendukung ‘muralisasi’ ruang-ruang (dinding) kosong di kota Purwokerto. Semoga! (BNC/PHD)

'anti narkoba'

'anti narkoba'

Mural Adiyaksa

Mural Adiyaksa

Pesan moral mural

Pesan moral mural

'kasihani anak kita'

'kasihani anak kita'

Jembatan Lempuyangan -yogyes.com

Jembatan Lempuyangan -yogyes.com

mural Adiyaksa itu...

mural Adiyaksa itu...

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. angeli nur ardila 09/10/2010 pukul 15:52 -

    ayo terus seniman purwokerto masih banyak tembok yang masih kosong,,lukis terus gambar yang mendidik,,,

  2. Puntho 04/04/2010 pukul 03:12 -

    Lebih bagus di deretan sepanjang jalan depan GOR Satria atau di depan Hotel Dynasty

Leave A Response