Penyempurnaan Pasar Segamas akan telan dana Rp 2,4 M

Pemkab Purbalingga kembali mengalokasikan anggaran Rp 2,4 miliar untuk penyempurnaan bangunan fisik pasar Segitiga Emas (Segamas). Alokasi anggaran itu diusulkan paa ABPD Perubahan 2009. Kabag Pembangunan Setda Purbalingga, Suroto menuturkan hal itu, Jumat (17/7).
“Dana itu dibutuhkan untuk pengadaan generator listrik beserta instalasi dan rumahnya. Serta membangun awning (atap) untuk plasa yang digunakan pedagang lesehan, pembangunan pipa PDAM, dan membangun pagar BRC untuk taman dalam pasar agar tidak digunakan untuk berdagang,” ujar Suroto.
Generator listrik beserta jaringan dan ruangannya dirasa mendesak karena pasar itu berencana akan dibuka pada dini hari hingga malam. Karena pasokan listrik dari PLN tidak bisa diandalkan.
“Saat ini kan masih krisis listrik. Supaya aktivitas transaksi di pasar Segamas tidak tergangu, Pemkab akan sediakan generator listrik,” tutur Suroto.
Alokasi dana tambahan itu juga digunakan untuk membangun jaringan pipa PDAM. Saat ini, pedagang di Pasar Segamas sering mengeluh karena belum adanya pasokan air dari PDAM.
“Pemkab juga berencana membangun atap awning untuk plasa yang digunakan pedagang lesehan,” ujarnya.
Suroto mengatakan letika masih berdagang di pasar lama, pedagang lesehan memang biasa kepanasan. Tapi pihak Pemkab merasa tidak tega membiarkan mereka kembali panas-panasan di tempat yang baru.
Dari anggaran Rp 2,4 miliar itu pula, akan dibangun pagar BRC untuk melindungai taman-taman yang berada di dalam kompleks pasar. Dengan dipagari, pedagang tidak memasuki taman dan berdagang di tempat itu.
Pasar Segamas dibangun dengan alokasi anggaran Rp 29 miliar dari APBD 2009. Melalui proses lelang, anggaran itu menyusut hingga tinggal Rp 21 miliar. Hingga pembangunan fisik selesai Maret 2009 lalu, belum mencakup pengadaan generator, jaringan pipa PDAM yang layak, atap awning untuk plasa dan pagar taman.
Menurut Suroto, gagasan itu memang muncul setelah bangunan fisik selesai. Berbagai kekurangan yang terlihat, seperti pedagang lesehan yang kepanasan, kurangnya pencahayaan alami akibat adanya kios dalam los, dan jaringan pipa PDAM yang tidak memadai.
“Sebenarnya masih ada kebutuhan lain. Seperti kipas. Karena kendati atap pasar sudah dibikin tinggi, ternyata masih terasa panas karena sirkulasi kurang bagus. Di samping pagar keliling pasar dan pengerasan areal bongkar muat. Tapi itu belum dianggarkan karena keterbatasan dana,” ujar Suroto. (banyumasnews.com/pyt)

Pasar Segamas2

Segamas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.