BI jamin penyalahhgunaan ATM dapat dikendalikan

Ditulis 23 Jan 2010 - 14:37 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
33
Dalam Tag
ilustrasi

ilustrasi

PURWOKERTO – Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi A. Johansyah, dalam siaran pers Jum’at (22/01) menyatakan bahwa masalah pembobolan dana nasabah bank melalui penyalahgunaan kartu ATM sudah dapat dikendalikan dan masyarakat tetap aman menggunakan kartu ATM. Dikatakan pula, dari laporan terakhir bank, sampai dengan hari ini tidak terdapat perubahan yang signifikan atas potensi kerugian material pada hari sebelumnya, yaitu sekitar Rp5 miliar dari 4 bank.

BI dalam edaran yang ditujukan kepada semua bank umum juga telah memerintahkan bank untuk mengganti kerugian nasabah segera setelah proses verifikasi kerugian selesai dilakukan. Hal ini segera direspon oleh PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, misalnya, yang telah mengganti sekitar 90 persen kerugian nasabahnya akibat pembobolan rekening melalui kartu ATM. Hingga kini diketahui bahwa ada 200 nasabah BCA yang telah melaporkan kasus ini dengan total kerugian sekitar Rp 5 miliar. Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja saat jumpa pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010), seperti ditulis Antara.

BI juga meminta bank mengganti kartu ATM nasabah yang dicurigai telah dicuri datanya dan melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat mengenai keamanan penggunaan kartu ATM. BI juga telah meminta bank untuk memeriksa dan mendeteksi serta meningkatkan keamanan mesin-mesin ATM dan Electronic Data Capture (EDC) baik secara sistem maupun secara fisik atau lokasinya.

BI mengimbau agar nasabah selalu meneliti dan memperhatikan kondisi saat menggunakan mesin ATM maupun EDC.

Tips aman pakai ATM

Sejumlah tips bisa digunakan masyarakat agar terhindar dari pembobolan yaitu melindungi kerahasiaan PIN antara lain dengan mengganti PIN secara berkala, menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga PIN tidak dilihat oleh pihak lain, dan tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah merupakan petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN

Tips lainnya, memperhatikan kondisi fisik mesin ATM dan sekililingnya dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat dan atau kepada pihak berwajib.

Selain itu, pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM di merchant (toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan), diharapkan nasabah memperhatikan kondisi alat EDC, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah diimbau tidak bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat atau kepada pihak berwajib.

BI juga menyarankan agar nasabah segera memblokir kartu ATM bila menemukan kejanggalan transaksi, mencari lokasi ATM yang relatif aman, dan tidak mudah percaya dengan bantuan orang lain di sekitar ATM. Yang penting juga adalah jangan percaya dengan tulisan call center bank yang ditempel di mesin ATM. Call center bank yang benar terdapat di belakang kartu ATM, dan sebaiknya nasabah mencatat call center masing-masing bank dimana nasabah menyimpan dananya.

Keresahan di Purwokerto berangsur pulih

Sementara itu berdasarkan pantauan BanyumasNews.Com, nasabah perbankan di Purwokerto berangsur pulih keresahan mereka dan pada akhirnya tidak terpengaruh signifikan atas kejadian pembobolan rekening lewat ATM di sejumlah bank.

“Pada awal berita ini muncul memang banyak  nasabah menanyakan baik lewat telpon maupun datang sendiri ke kantor, menanyakan keamanan uang mereka. Namun setelah dijelaskan dan diberikan tips, mereka umumnya dapat memahami”, demikian kata F. Hasan, karyawan salah satu bank swasta di Purwokerto. (BNC/SPBI/Ant)

Tentang Penulis

Leave A Response