‘Bonek’ Persebaya Lewat Kroya, Toko toko Tutup

Ditulis 22 Jan 2010 - 22:03 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
89
Dalam Tag

CILACAP- Ribuan suporter Persebaya yang dikenal dengan sebutan bondo nekat ‘bonek’  yang menggunakan kereta api dari Surabaya ternyata membuat cemas warga di stasiun Kroya Cilacap. Para pemilik toko bahkan menutup lebih awal karena khawatir aksi anarkis para.

Reporter BNC,Atinissa yang memantau di stasiun Kroya, Jumat (22/01) petang melaporkan, suasana di satasiun tersebut cukup tegang. Sejumlah pedagang asongan yang biasa mangkal, kali ini hanya beberapa yang terlihat.

Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, sejumlah aparat polisi dan polsus KA berjaga jaga di stasiun tersebut.

Seperti ditulis Antara,sebelumnya ratusan suporter ini diturunkan dari atap gerbong Kereta Api Pasundan di Stasiun Kebumen, Jumat, untuk menghindari jatuhnya korban saat melintasi Terowongan Ijo di perbatasan Kebumen-Banyumas.

Mereka yang diturunkan petugas itu terutama yang naik di atap gerbong kereta dengan jurusan Surabaya-Bandung itu.

Para bonek itu dari Surabaya menuju ke Bandung untuk memberikan dukungan kepada kesebelasannya, Persebaya, saat melawan Persib, Bandung.

“Mereka kami beri pengarahan, supaya tidak naik di atas gerbong dan tidak melakukan tindakan anarkis di sepanjang perjalanan,” kata Kepala Polres Kebumen, Andik Setiyawan, didampingi Kepala Polsek Kebumen, AKP Marjono kepada Antara.

Saat perjalanan kereta memasuki Solo dan Yogyakarta, para bonek itu mengamuk dengan melakukan pelemparan batu kepada masyarakat dan petugas, serta pedagang di sejumlah stasiun setempat. Sedikitnya enam orang di Solo mengalami luka karena amukan bonek.

Mereka juga menjarah berbagai barang dagangan di Stasiun Wates dan Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (BNC/tin/ant)

Tentang Penulis

Leave A Response