Buntut Pembobolan Bank,Nasabah di Banyumas Resah

Ditulis 21 Jan 2010 - 21:09 oleh Banyumas1

BANYUMAS- Terjadinya kasus pembobolan bank yang marak terjadi belakangan ini membuat sejumlah nasabah bank di Banyumas resah. Mereka khawatir uang mereka lenyap, seperti yang dialami sejumlah nasabah di Bali.

” Kami terus terang khawatir, jangan jangan uang kami mendadak lenyap. Kalau sudah begini kepada siapa kami minta uang itu kembali,” ujar Simping Han, seorang pengusaha angkutan, nasabah sebuah bank di Purwokerto.

Para nasabah yang dihubungi BNC mengaku belum mengetahui cara dan antisipasi agar uang mereka selamat. Merekapun masih bingung menanyakan kasus tersebut. Karena pihak bank sendiri belum bisa memberikan keterangan resmi kasus tersebut.

Seperti diberitakan kompas.com, modus operandi pembobolan ATM sejumlah bank di Kuta, Bali, diperkirakan mirip kejahatan perbankan sindikat kejahatan internasional. Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar di Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (20/1/2010).

Sugianyar menceritakan, kejahatan semacam ini sesungguhnya pernah terjadi dua tahun silam di luar negeri. Modusnya, pelaku memasang sebuah alat yang bisa mengkopi data di kartu ATM, termasuk nomor PIN ketika nasabah melakukan transaksi. “Kemungkinan-kemungkinan seperti itu, bisa saja terjadi di sini, terutama di ATM-ATM yang pengamanannya kurang, seperti tidak dilengkapi CCTV,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia dalam rilisnya sore ini menyebutkan, dari hasil penyelidikan awal diketahui telah terjadi pencurian data kartu ATM melalui proses skimming, tapping, dan pengintipan PIN oleh pihak yang tidak berhak. Untuk itu, pihak bank sudah melakukan langkah pengamanan yang dilakukan.

Menurut sumber Kompas.com, sebuah bank nasional, yang juga menjadi korban kejahatan semacam itu, aparat berwenang dan bank telah menginvestigasi kasus tersebut. Sejauh ini sudah ada satu sindikat yang terdiri dua orang Rusia dan 5-7 orang Indonesia yang ditengarai melakukannya. Pelaku membawa data-data bank yang dicuri ke Toronto, Kanada, untuk di-dekripsi kemudian digunakan untuk melakukan pencurian dana.

Untuk itu, kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik. Namun, nasabah diimbau perlu rutin mengecek saldo rekening serta mengganti nomor PIN kartu ATM secara reguler (BNC/ist).

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. indonesia art news 22/01/2010 pukul 05:07 -

    Jangan lupa, simak terus http://indonesiaartnews.or.id/

Leave A Response