Wartawan Tidak Resmi Berkeliaran di Banjarnegara

Ditulis 21 Jan 2010 - 09:08 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Para Kepala Instansi dan Camat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banjarnegara beberapa waktu terakhir sering didatangi seseorang yang mengaku wartawan sebuah media massa. Orang itu meminta sejumlah uang yang kadangkala disertai sedikit pemaksaan.

Kepala Bagian Humas Setda Drs. Wahyono, MM menghimbau kepada semua kepala SKPD untuk tidak menanggapi wartawan yang tidak jelas medianya itu atau sering diistilahkan sebagai wartawan tidak resmi. Pihaknya juga meminta kepala SKPD itu berkoordinasi dengan Bagian Humas yang telah memiliki data wartawan resmi.

“Kalau ada orang ngaku-ngaku wartawan minta uang atau lainnya, saya mohon untuk tidak usah ditanggapi. Wartawan resmi dari media resmi tidak mungkin akan melakukan perbuatan semacam itu,” tegasnya Kamis (21/01).

Jika orang tersebut memang oknum wartawan dari media massa resmi, Wahyono meminta agar melaporkan perbuatan oknum tersebut kepada media massa tempatnya bekerja. “Tapi kalau medianya saja tidak jelas, apalagi jika ada indikasi pemerasan, lapor polisi saja biar ditindak secara hukum,” jelasnya.

Koordinator Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Banjarnegara M. Syarif tidak mengelak jika profesi wartawan sering dijadikan modus kejahatan. “Ya sama seperti aparat. Mulai dari ada yang nakal, pada akhirnya orang jadi memanfaatkan profesi itu untuk kriminal,” ujarnya.

Menurut Syarif, sejauh ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan untuk menghindari kasus di sekolah-sekolah, dengan Praba Dipayuda untuk menghindari kasus di di pedesaan, dan Bagian Humas untuk semua SKPD termasuk kecamatan.

“Bahkan kami juga telah koordinasi dengan Reskrim Polres Banjarnegara untuk menindaklanjuti laporan pemerasan yang dilakukan oknum wartawan maupun wartawan tidak resmi. Jadi, kalau menjadi korban, jangan segan dan takut untuk melapor,” tegasnya.

Hal senada dikemukakan kordinator Komunitas Jurnalis Televisi dan Photografi (KJTP) , Nanang Anna Noor. ” Para pihak yang dirugikan agar tidak segan segan melapor ke polisi atau kepada kami. Biar kondisi seperti itu tidak terulang ulang,” ujar Nanang (BNC/yoi/tia)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. rose 21/01/2010 pukul 20:00 -

    wah–wah… harus hati-2 tuh para pejabat di daerah. Kalau memang ‘tidak ada apa-apa’ ya gak usah takut gak kasih duit….

Leave A Response