Sangkar burung China pun dicemaskan

Ditulis 19 Jan 2010 - 21:22 oleh Banyumas1
sangkar fiber

sangkar fiber

SOLO – Terkait perdagangan bebas antara Asean dengan China (CAFTA), para perajin sangkar burung di daerah Mojosongo, Solo, Jawa Tengah kini merasa cemas karena masuknya produk sejenis buatan dari Republik Rakyat China (RRC) yang menggunakan bahan baku dasar fiber.

Sangkar burung yang menggunakan bahan baku dari fiber buatan RR China sekarang ini telah beredar di pasar-pasar burung di daerah Solo dan sekitarnya, harganya Rp40.000 per unit dan itu berbeda dengan sangkar burung buatan Mojosongo yang menggunakan bahan baku bambu dan kayu.

Sangkar burung buatan  China yang beredar di pasar-pasar burung di Solo itu ukuran kecil yang biasanya untuk sangkar burung kenari dan sejenisnya. Untuk sangkar
burung buatan perajin Mojosongo itu harganya berkisar antara Rp100.000 per unit hingga jutaan rupiah ini untuk yang kualitas bagus dan berukir. Untuk sangkar yang kualitas biasa harganya murah berkisar antara Rp100.000 sampai Rp50.000 per unit.

Perajin sangkar burung yang merasa cemas adanya kompetitor asal RR China, mereka juga mengeluh dengan naiknya harga bahan baku. “Dulu satu lembar tripleks harganya Rp32.000/lembar, tetapi sekarang naik menjadi Rp40.000/lembar begitu juga bambu yang harganya Rp6.000/batang kini telah naik menjadi Rp 8.500/batang”, kata seorang perajin.

Menyinggung mengenai masalah bantuan dari Pemerintah daerah setempat, ia mengatakan memang ada yang mendapat bantuan berupa compressor untuk pengecetan dan juga mesin alat serut untuk membuat jeruji sangkar. (BNC/Ant/*)

produk lokal

produk lokal

Tentang Penulis

Leave A Response