Belajar Bahasa Inggris Sembari Menikmati Suasana Desa Limbasari

Ditulis 11 Jul 2014 - 19:52 oleh Yit BNC
Salah satu kegiatan berbahasa Inggris di Desa Wisata Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Salah satu kegiatan berbahasa Inggris di Desa Wisata Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Desa Wisata Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, terus berbenah memantapkan diri menjadi desa tujuan untuk belajar berbahasa Inggris. Pembenahan tidak hanya pada pemenuhan sarana belajar mengajar, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk berbahasa Inggris. Paling tidak, lingkungan masyarakatnya harus mengenal dan mampu lebih dahulu berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
“Saat ini sudah ada 17 kelompok warga Limbasari yang kami ajari rutin untuk berlatih bahasa Inggris. Komunikasi yang diajarkan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, hanya bahasanya yang biasanya menggunakan bahasa Jawa diganti dengan bahasa Inggris. Kami ingin menciptakan ‘english environment’ di Limbasari,” kata Ismuadi, pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) ‘Patra Wisa’ Desa Limbasari, Jum’at (11/7/2014).
Ismuadi yang juga penanggungjawab Desa Inggris, selain memberikan materi kemampuan berbahasa Inggris kepada warga masyarakat, saat ini juga tengah menerima tiga santri dari pondok pesantren Gontor Jatim, dan seorang dosen dari Politeknik Cilacap yang akan meneruskan pendidikan S-3 di Kumamoto University Jepang. Selain itu juga ada seorang dokter yang tengah berlatih untuk mempersiapkan tes Toefl. “Di Desa Inggris Limbasari, kami ajarkan cara-cara praktis berbahasa Inggris. Ibaratnya, orang yang tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali, dengan program 3 hari saja sudah bisa berkomunikasi bahasa Inggris,” kata Ismuadi.

Ismuadi mengungkapkan, dengan didukung oleh Bidang Pariwisata Dinbudparpora (Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga) Kabupaten Purbalingga, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak. Seperti dengan perusahaan pengirim TKI ke luar negeri, dengan melatih bahasa inggris calon-calon TKI, kemudian menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah untuk melatih para PNS yang hendak mengikuti studi lanjutan pasca sarjana. Juga bekerjasama dengan sekolah-sekolah mulai dari tingkatan SD hingga SMA.

“Dengan Universitas Terbuka (UT) UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) Purwokerto, saat ini juga tengah dirintis guna memberikan tutorial kepada kelompok belajar mahasiswa sastra Inggris. Kami juga sedang menyiapkan Limbasari sebagai Toefl Testing Centre, dan menggarap kegiatan English Debate Club,” ujar Ismuadi yang pernah bekerja sebagai TKI selama tujuh tahun di Filipina.

Menurut Ismuadi, metode pembelajaran bahasa Inggris di Limbasari menggunakan metode belajar alamiah dan menyenangkan yang memungkinkan peserta memiliki motivasi tinggi untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Orientasi pembelajarannya dengan menggunakan metode flash card,metode listening first, dan metode outdoor. Metode flash card menggunakan kartu pengingat. Setiap flash card berisi satu ungkapan bahasa Inggris yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sedang metode listening first merupakan cara belajar bahasa Inggris dengan mendengarkan percakapan penutur asli bahasa Inggris sesering mungkin dan dalam situasi yang berbeda-beda. Metode ini berangkat dari satu kenyataan bahwa semakin banyak seseorang mendengarkan percakapan bahasa Inggris, akan semakin sempurna pula pelatihan yang dapat dilakukan.

“Sedang metode outdoor dilakukan agar peserta berani berbicara bahasa inggris, mendengarkan, memahami dan melaksanakan instruksi. Cara ini dilakukan di luar ruang melalui aneka permainan yang menyenangkan,” kata Ismuadi.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, pelatihan kemampuan berbahasa Inggris di desa wisata Limbasari, bukanlah semacam kursus bahasa Inggris seperti yang dilakukan oleh lembaga kursus yang yang ada. Di Desa Limbasari pengunjung menikmati suasana desa sembari mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Suasana pelatihan tidak hanya di homestay, tetapi juga di alam terbuka.

“Untuk peserta dari luar kota, bahkan kami sediakan satu hari untuk belajar bahasa Inggris sambil menikmati obyek wisata yang ada di Purbalingga seperti Goa Lawa, Owabong, Sanggaluri Park, Purbasari Pancuranmas, atau mengunjungi Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman. Bisa juga, menikmati suasana desa, bermain tubing atau menikmati kerajinan batik di desa itu,” kata Prayitno. (BNC)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. ashif ad daudi 01/02/2017 pukul 17:37 -

    Minta kontak yg bisa dihubungi ada, pngin tanya tanya?

Leave A Response