Komandan Dituntut Cepat Antisipasi Kejadian di Satuan

Komandan Bataliyon 406 Bojong diserahterimakan dari Letkol Inf Putra Widyawiyana kepada Mayor Inf Aswin Kartawijaya.
Komandan Bataliyon 406 Bojong diserahterimakan dari Letkol Inf Putra Widyawiyana kepada Mayor Inf Aswin Kartawijaya.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Seorang komandan harus dapat meprediksi kemungkinan permasalahan, gejolak yang timbul di satuan, maupun gejolak di sosial masyarakat yang dapat terjadi, serta tidak salah langkah, dan cepat mengantisipasi hal–hal akan terjadinya dalam satuan.
Apabila hal tersebut dapat dilaksanakan, selaku satuan tempur, maka bagi Batalyon Infanteri 406/Candrakusuma akan memiliki kesiapan operasional tinggi dan siap digerakkan kemana saja di seluruh wilayah Republik Indonesia.
“Oleh sebab itu, seorang komandan harus dapat bertindak sebagai pemimpin, yang artinya harus mampu memberikan contoh perbuatan, serta tindakan sehari-hari kepada bawahan dengan baik,”pinta Komandan Brigade Infanteri (Brigif)-4 Dewa Ratna Letkol Inf Indra Heri, saat memberikan sambutan pada acara serah terima Komandan Batalyon (Danyon) 406/Candra Kusuma di lapangan Batalyon 406/Candra Kusuma Bojong Purbalingga Kamis (12/6).

Selain bertindak sebagai pemimpin, lanjut Indra, seorang komandan juga harus mempunyai prinsip teguh dalam berpendirian, tegas dalam tindakan, bijaksana, akan tetapi juga bertanggung jawab apa yang sudah diperbuat oleh anak buah, maupun tidak dilakukan oleh bawahannya, dan jadilah sebagai guru.

“Bertindaklah sebagai guru, yang harus mampu memberi pembelajaran kepada yang dipimpin, serta mempunyai kemampuan dalam menghadapi tugas di medan operasi, maupun tugas di medan latihan. Selain itu, sebagai pemimpin juga harus punya prinsip teguh dalam berpendirian, tegas dalam tindakan, bijaksana, tapi bertanggung jawab atas perbuatan anak buah, ataupun tidak dilakukan oleh bawahannya,”pintanya.

Indra juga meminta, agar komandan/pepmipin dapat bertindak sebagai bapak, yang mampu menampung persoalan anggotanya, mengenali anak buah, mengayomi, bijaksana dalam mengambil keputusan, sehingga mengetahui persoalan yang dihadapi.

Pemimpin juga harus bertindak sebagai pelatih, karena pembinaan satuan adalah fungsi komando, karena seorang komandan harus dapat melatih, menularkan ilmunya kepada seluruh unsus-unsur pimpinan, mulai komandan regu, sampai dengan komandan kompi, sehingga akan timbul kepercayaan, serta kebanggaan bawahan terhadap komandan.

Membangun komunikasi dengan seluruh bawahan dalam setipa menanggapi persoalan anak buah, serta menjadi pengayom, tidak memaksakan kehendak, sehingga akan tercipta kerjasama yang baik, sederhana dan solid, juga harus dimiliki sorang komandan/pemimpin, pungkas Indra.

Serah terima jabatan Danyon 406/Candrakusuma lama dari Letkol Inf Putra Widyawiyana kepada pejabat yang baru Mayor Inf Aswin Kartawijaya di hadiri Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, seluruh unsur Muspida Kabupaten Purbalingga, ditandai dengan penyerahan bendera dari pejabat lama ke pejabat baru dan penandatanganan berita acara sertijab oleh Komandan Brigif-4 Dewa Ratna Letkol Inf Indra Heri.

Pejabat Danyon lama menempati pos baru sebagai Komandan Kodim 0709/Kebumen, sedangkan pejabat baru sebelumnya menjabat sebagai Komandan Batlyon Infanteri (Danyonif) Akademi Militer (Akmil).(BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.