Banjarnegara siap operasikan Pabrik Gula Mini

Ditulis 16 Jan 2010 - 06:01 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA –  Banjarenegara segera menapak selangkah lebih maju dalam industri. Sebuah Pabrik Gula Mini yang berada di Desa Kedawung, Kecamatan Susukan direncanakan awal Maret tahun ini telah siap diresmikan operasionalnya. Berkaitan dengan berbagai masalah yang selama ini muncul, seperti pembuangan limbah pabrik, masalah keuangan berkaitan dengan pembelian gula petani, serta pembayaran tenaga kerja sudah terselesaikan. Demikian yang dilaporkan oleh Direktur PT Banjarnegara Nira Abadi Muldjiarto, SE, MSi dalam Rapat Evaluasi Pabrik Gula Mini di Ruang Rapat Sekda baru-baru ini (13/01)

Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sekarang dalam tahap penyelesaian, pada akhir Januari direncanakan sudah siap beroperasi. Rencananya limbah akan dikelola dan disaring melalui beberapa tangki-tangki penampungan sehingga bau tak sedap yang muncul dapat dikurangi sampai di bawah ambang batas baku mutu. “Untuk lebih mengoptimalkan instalasi kita juga akan menambahkan zat pengurang bau” jelas Muldjiarto.

Berkaitan dengan mekanisme pembelian nira dari petani, manajemen akan mengambil kebijakan dengan menempatkan empat pengepool. Sementara pasokan nira pabrik masih mengandalkan dari empat kecamatan yaitu kecamatan Rakit, Susukan, Mandiraja dan Purwonegoro. “Pembelian dan pembayaran gula petani akan dilakukan di tingkat pengepool dengan mempertimbangkan standar kualitas gula dan ph yang akan diukur di tempat transaksi” katanya.

Sementara itu, berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja pabrik, Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd., menekankan untuk lebih mengutamakan tenaga kerja setempat kecuali untuk tenaga-tenaga teknis yang memang memerlukan syarat keahlian tertentu. “Semakin besar keterlibatan masyarakat sekitar dengan pabrik akan membantu keberlangsungan pabrik itu sendiri” katanya.

Berkaitan dengan produksi Sekda berharap kepada pabrik untuk tidak hanya memproduksi satu jenis produk gula semut saja. Oleh karena pabrik juga mampu memproduksi gula cetak. Hal ini penting mengingat adanya musim penghujan dalam bulan-bulan tertentu yang berpengaruh terhadap kadar gula. “Ini untuk mengantisipasi agar gula petani selalu dapat ditampung pabrik, sementara pabrik dapat terus beroperasi” katanya. (*)

Tentang Penulis

Leave A Response