Cukup Bayar Parkir, Mandi Air Hangat Sepuasnya

MANDI : Pengunjung air panas Kaliputih, Desa Tempuran, Wanayasa tengah mandi (foto :  BNC/ruhito)
MANDI : Pengunjung air panas Kaliputih, Desa
Tempuran, Wanayasa tengah mandi (foto :
BNC/ruhito)

MANDI air panas memang memiliki kenikmatan tersendiri, apalagi ditemani dengan pemandangan asri dan berhawa sejuk yang murah meriah. Yaa, dengan hanya bayar parkir kendaraan kita dapat mandi sepuasnya di Pemandian Air Panas Kaliputihyang berada di Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.

”Mandi air hangat Kali Putih murah meriah, hanya bayar parkir saja.
Kalau sepeda motor cukup seribu rupiah, mobil rombongan lima ribu,
kalau sendiri separohnya,” ungkap Windi, salah seorang penjaga
pemandian Kali Putih, belum lama ini.

Tak pelak, pemadian air hangat ini selalu ramai pengunjung, apalgi
jika musim liburan sekolah. Pagi hari sampai hpukul 21.00 WIB ramai
dikunjungi pelancong lokal maupun dari luar daerah. Selain untuk
relaksasi atau hanya sekedar terapi kulit. Apalagi, lokasi berada di
dekat jalan utama Karangkobar – Pekalongan. Tepatnya sekitar 500 meter
barat Kantor Kecamatan Wanayasa. Hanya saja, meski sudah dibuka
pemandian ini belum dikelola secara profesional.

Sumber air panas ini memiliki kadar belerang yang rendah sehingga
tidak berbau menyengat namun bisa digunakan untuk terapi penyakit
kulit. Fasilitasnya hanya kamar mandi pria dan wanita.

Selain pemandian air panas, Kecamatan Wanayasa yang terletak sekitar
30 kilometer arah utara ibukota kabupaten dan berada pada ketinggian
sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut juga memiliki potensi
wisata air terjun/ curug Sipawon dan Tumpuk Telu. Terjunan air terjum
Cipawon yang berada di Dusun Pagondangan Desa Wanaraja, sekitar 1 km
arah Timur Kantor Kecamatan Wanayasa sekitar 20 meter. Kondisi airnya
bersih dan jernih.

Adapun air terjun Tumpuk Telu lokasinya tidak jauh dari air terjun
Sipawon. Dinamakan Tempuk Telu karena air terjun ini memiliki tiga
aliran yang jatuh pada satu sungai. Ketiga tempat wisata diatas berada
di lereng Gunung Ragajembangan yang merupakan gunung tidak aktif yang
menjadi perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten
Pekalongan (ruhito).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.