Rekonstruksi pembunuhan perawat di Banjarnegara digelar tertutup

Ditulis 16 Jul 2009 - 22:09 oleh Mr Banyumas

Rekonstruksi kasus pembunuhan perawat DKT yang tewas di bunuh akhir Juni lalu digelar secara tertutup olehTim Dentasemen Polisi Militer (Denpom) Purwokerto Kamis (18/7) siang.
Rekonstruksi tersebut digelar pada lokasi dimana tersangka melakukan eksekusi pembunuhan yang dilakukan oleh salah satu anggota TNI terhadap Desti Restiatin (23) warga Jompo Kulon RT 01/2 Sokaraja Banyumas di Desa Bojanegara Kecamatan Sigaluh Banjarnegara.
Penjagaan jalannya rekinstruksi tersebut teramat ketat, bahkan sejumlah media yang akan meliput kegiatan tersebut terpaksa dilarang mengambil gambar dan hanya melihat dari kejauhan. Bahkan tidak ada satupun pejabat Denpom yang bersedia memberikan keterangan.
Berdasarkan data di lapangan, sejumlah warga yang ingin melihat jalannya rekonstruksi diusir menjauh. Demikian juga wartawan dan fotografer juga tidak dapat mendekat. Puluhan aparat Denpom menjaga seputar lokasi.
Lokasi kejadian yang berada tepat di pinggir jalan utama Banjarnegara-Wonosobo membuat jalanan tersebut macet lantaran Denpom menggunakan sistem buka tutup untuk mengatur lalulintas.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Bojanegara Kecamatan Sigaluh Sabtu (20/6) malam lalu digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di tanah bengkok milik kades I RT 06/02 desa setempat.
Mayat yang ditemukan warga itu bernama Desti Restiatin (23) warga Jompo Kulon RT 01/2 Sokaraja Banyumas yang merupakan salah satu perawat DKT Purwokerto.
Saat ditemukan, korban dalam keadaan telungkup dengan luka memar pada muka, dada, perut, pelipis kakan mengalami luka sobek, serta tulang leher patah.
Jasad wanita naas itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.45 WIB oleh Supar saat mencari rumput, diapun melaporkan pada kakanya Salimah (35) yang kemudian melaporkan penemuan itu kepada perangkat desa yang diteruskan ke pihak kepolisian (banyumasnews.com/bna)

Tentang Penulis

Leave A Response