Ulama sebaiknya tetap di Pesantren, bentengi paham ‘nyleneh’

ilustrasi
ilustrasi

BUMIAYU – Para ulama sebaiknya tetap berada di pesantren untuk mengajarkan agama dan membimbing umat. Hal tersebut penting, untuk menjaga kemurnian agama Islam. Ulama di pesantren diibaratkan sebagai dokter di rumah sakit.

“Ulama semestinya tidak terjun ke dunia politik dan ambisi terhadap kekuasaan,” ujar Rektor Universitas Al Ahqof, Yaman, Profesor Doktor Abdullah Baharudin saat berbicara dalam acara Liqo’u Ulama (pertemuan dengan para ulama) di Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (12/1).

Pentingnya ulama tetap berada di Pesantren, lanjut Baharudin, untuk membentengi gejolak faham-faham aneh dan nyleneh yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Faham-faham tersebut sengaja dimasukkan untuk merusak Islam,” ujarnya dalam bahasa Arab sebagaimana diterjemahkan KH Mukhlas.

Maka para ulama harus kembali ke pesantren menjadi pembimbing umat. Ulama juga harus memiliki sifat yang zuhud (sederhana), tidak ambisi terhadap kekuasaan.

“Menurut ajaran Islam yang juga diajarkan di pesantren, merebut kekuasaan dari penguasa yang sah, meski penguasanya dzolim sekalipun, tidak dibenarkan. Kecuali, penguasa yang kafir,” papar Baharudin.

Hal lain yang perlu diperhatikan para ulama, yakni harus teguh mengajarkan akhlakul karimah, sopan santun yang islami. Menipisnya sikap yang muda menghormati dan menghargai orang-orang yang lebih tua. Juga yang tua menyayangi yang lebih muda harus menjadi keprihatinan bersama.

“Maka bab sopan santun harus kembali diajarkan oleh para ulama, lebih intens lagi” tandasnya.

Sementara, Pengasuh Pesantren Al Hikmah 2, KH Masruri Abdul Mughni mendampingi Baharudin melakukan pertemuan dengan para ulama. Acara berlangsung di Gedung Serba Guna Al Hikmah 2.

Menurut Kiai Masruri kedatangan Baharudin sengaja diminta olehnya. “Mendengar beliau berkunjung ke Indonesia, maka kami langsung minta untuk mampir ke Al Hikmah 2,” tuturnya.

Rais Suriyah PWNU Jateng itu lebih jauh menjelaskan, kalau kunjungan Rektor Universitas Al Ahqof bertujuan merajut hubungan kerjasama dengan Pesantren Al Hikmah 2 yang telah lama terjalin. Al Hikmah 2 sudah lama menjalin kerjasama dengan Al Ahqof. “Alumni Santri Al Hikmah juga banyak yang belajar di Al Ahqof dan mendapat beasiswa,” terang Kiai.

Kiai Masruri beralasan, dipilihnya Universitas Al Ahqof khususnya dan Yaman pada umumnya karena sejalan dengan Ponpes Al Hikmah 2. Yakni berfaham ahlus sunnah wal jamaah.

Bahkan masuknya Islam ke Indonesia diantaranya juga dibawa oleh ulama-ulama dari Yaman. “Yaman dan Indonesia itu banyak kesamaan, sama-sama bermanhaj ahlus sunnah wal jamaah,” tandas Masruri.

Pada acara pertemuan yang juga diselingi dengan tanya jawab, berlangsung mulai pukul 11.00 dan berakhir pukul 14.00 dihadiri para ulama dari berbagai daerah sekitar di Jawa Tengah.

Nampak hadir diantaranya Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng H Mohammad Adnan, Wakil Bupati Brebes H Agung Widyantoro, dan Kepala Dinas Pendidikan Brebes H Muntoha Nasuha. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.