Dua Penderita Chikungunya Meninggal, Dinkes Banyumas Gelar Fogging

Ditulis 11 Jan 2010 - 22:01 oleh Banyumas1

BANYUMAS-Wabah Chikungunya yang diderita ribuan warga Banyumas Jawa Tengah telah mengakibatkan dua orang meninggal. Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah korban dan penyebaran penyakit ini Dinas Kesehatan Banyumas melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara pengasapan atau fogging. Sementara hingga kini wabah ini terus meluas  meluas hingga empat kecamatan.

Dinas kesehatan, Dinkes Banyumas, Senin (11/10) siang menggelar kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fogging. Selain di dalam rumah, kegiatan pengasapan ini juga dilakukan di lingkungan rumah serta kebun yang berada di dekat pemukiman.

Fogging yang melibatkan puluhan petugas ini dilakukan di titik-titik lokasi yang menjadi awal munculnya wabah Chikungunya, seperti di Desa Pernasidi, Banjarsari, Cikidang dan Sudimara Kecamatan Cilongok. Sedang sehari sebelumnya, warga dan puluhan santri Ponpes Zam Zam di Cilongok juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara membersihkan lingkungan rumah mereka.

Sementara itu Satirah (43) salah seorang warga yang baru saja terjangkit chikungunya mengaku demam tinggi dan badannya sangat lemas. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aides Algopytus ini mengakibatkan tulang terasa ngilu jika digerakkan .Bahkan wanita ini sempat mengalami kelumpuhan, sebelum mendapat perawatan medis.

Camat Cilongok, Fatikhul Iksan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk agar wabah tersebut tidak meluas. “ Kami terus berupaya untuk menekan jumlah penderita Chikungunya,” ujar Fatikhul.

Hingga kemarin sudah dua warga yang meninggal akibat penyakit Chikungunya. Mereka adalah Khadir (40) dan solichin (54) warga Desa Pernasidi ini sempat mendapat penanganan medis, namun akhirnya meninggal.

Dengan kegiatan fogging dan bersih desa ini diharapkan mampu mengurangi penyebaran nyamuk tersebut. Karena wabah ini telah meluas hingga ke kecamatan lain seperti, Pekuncen, Wngon, Ajibarang dan Gumelar (banyumasnews.com/tia)

Tentang Penulis

Leave A Response