Batik China serbu pasar Klewer

Ditulis 11 Jan 2010 - 20:30 oleh Banyumas1

SOLO – Pasar bebas antara Asean dengan China (AC-FTA)

ilustrasi

ilustrasi

harus segera diantisipasi pelaku ekonomi, termasuk produsen batik yang merupakan warisan dunia khas Indonesia.

Kini kain batik produksi China mulai menyerbu Pasar Klewer Solo, yang merupakan pusat perdagangan terbesar tekstil di Jawa Tengah, sejak beberapa hari lalu, terkait dampak pasar bebas Asean-China Free Trade Agreement (AC-FTA).

Masuknya kain batik asal produksi China ke Pasar Klewer belum begitu banyak, dan sebenarnya tidak ada masalah asalkan para pedagang di Solo ini bersatu mampu bersaing dengan produksi China yang selama ini ditakuti, kata Bambang Slameto pemilik pabrik kain batik PT Merak Manis, di Solo, Senin.

“Bagi kami sebenarnya tidak ada masalah karena kain batik asal China itu motifnya tidak bagus, kasar dan kainnya kalau dipakai terasa panas di badan, sementara kain batik Solo motifnya cukup bagus begitu juga kualitas kainnya. Kami tidak mengerti kalau orang di luar Solo seperti Jakarta yang kurang begitu paham mengenai batik,” katanya.

Kain batik China sebenarnya pada tahun 80-an sudah beredar di Pasar Klewer, dan juga tidak begitu laku seperti sekarang ini. “Asalkan para pedagang batik di Solo mau bersatu dan bersaing secara sehat tidak ada masalah untuk menghadapi membanjirnya barang-barang tekstil asal China ini,” paparnya.

“Saya masih punya kain batik buatan China itu dan saya simpan, bisa dibandingkan dengan buatan kita, baik mengenai masalah corak motif maupun kainnya masih tetap unggul milik kita,” papar Bambang Slameto. (*)

Tentang Penulis

Leave A Response