Duduk-duduk di Rel, Dua Bocah di Pemalang Tewas Tersambar Kereta Api

Ditulis 19 Apr 2014 - 17:25 oleh Eko Nurhuda

kereta api

PEMALANG (BanyumasNews.com) – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Desa Beji, Kec. Taman, Kab. Pemalang, Jawa Tengah. Dua bocah Sekolah Dasar yang tengah duduk-duduk di rel kereta api tak menyadari datangnya kereta sehingga tersambar dan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (18/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dua korban tewas bernama Aa dan Abi, keduanya duduk di bangku Sekolah Dasar. Pihak keluarga korban yang masih diselimuti duka cita enggan melayani permintaan wawancara dari Banyumas News, sehingga keterangan hanya bisa diperoleh dari tetangga dan kerabat dekat korban.

Sebelum kejadian kedua korban bersama seorang rekannya, Yanu, mengaji di masjid terdekat. Sepulang mengaji, ketiga bocah lelaki ini tidak langsung pulang melainkan bermain-main di rel kereta api yang berada tak jauh dari masjid.

“Waktu kereta mau lewat, Yanu sudah mengajak Aa dan Abi untuk menyingkir dari rel. Tapi dua anak itu malah menutup telinga dan tak mau pergi karena mengira kereta datang dari rel satunya,” demikian penuturan Ratna (31), teman salah satu ibu korban.

Saat itulah kereta langsung menghantam tubuh kedua bocah yang masih asyik duduk di rel. Tanpa ampun hantaman kereta membuat tubuh kedua korban tercerai berai ke segala arah tanpa mampu dikenali lagi.

Melihat temannya tertabrak kereta, Yanu bergegas lari terbirit-birit. Sesampainya di rumah bocah ini menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Warga lalu ramai mendatangi lokasi kejadian. Karena korban tak bisa dikenali, pihak berwenang menyerahkan mayat keduanya ke pihak RSUD dr. Azhari Pemalang.

Hingga saat mayat kedua korban dibawa pihak rumah sakit, ibu kedua korban tak tahu jika itu adalah anak-anak mereka. Salah satu ibu korban bahkan baru tahu anaknya jadi korban kecelakaan kereta api pada pukul 21.00 WIB.

“Biasanya Aa kalau berangkat mengaji pakai kopiah. Sehabis mengaji ia pulang dulu menaruh kopiah, lalu pergi bermain. Tapi kemari entah kenapa tidak pakai kopiah, jadi pulang mengaji langsung bermain sama teman-temannya,” lanjut Ratna.

“Sampai malam kok tidak pulang-pulang, jadi si ibunya tanya sana-sini. Barulah tahu kalau anaknya ditabrak kereta,” tambah Ratna. “Tapi ibunya tidak mau ke rumah sakit melihat jasad anaknya, yang datang ke rumah sakit bapaknya.”

Kedua korban sudah dimakamkan pada Sabtu (19/4) siang di pemakaman Desa Beji.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response