Bawaslu : Caleg Golkar Bambang Eko Terancam Didiskualifikasi

Ditulis 18 Apr 2014 - 19:43 oleh Nanang BNC

Bawaslu-Jateng-bawaslu-ja-629x600PURWOKERTO (BanyumasNews.Com)– Seorang caleg DPR RI dari Partai Golkar, Bambang Eko Suratmoko dinyatakan terindikasi melakukan money politik dan terancam di diskualifikasi. Pernyataan tersebut disampaikan saat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng datang ke Banyumas, Kamis (17/4).

Dalam rilis yang disampaikan di kantor Panwaslu Kabupaten Banyumas, Bawaslu menyatakan jika terbukti dalam persidangan nanti, maka caleg tersebut jelas akan dibatalkan.

Anggota Panwaslu Kabupaten Banyumas, Saleh Darmawan mengatakan, kasus ini akan membuka babak baru dalam penyelesaian kasus money politik yang terjadi di Banyumas. Dari hasil pemeriksaan saksi, W terbukti memberikan uang kepada E melalui K. Uang tersebut diberikan pada tanggal 8 April dan disertai pesan bahwa E harus memilih caleg DPR RI yang bernama Bambang Eko Suratmoko.

“W sudah mengakui memberikan uang untuk memenangkan caleg yang bernama Bambang Eko Suratmoko dan sekarang kita masih menunggu surat balasan dari KPU, apakah W ini termasuk tim sukses atau tidak,” jelasnya.

Humas Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo menyatakan, dalam UU disebutkan bahwa money politik yang dilakukan pada masa tenang, yaitu tanggal 6 – 8 April, dinyatakan melanggar jika dilakkan oleh tim sukses dan yang menerima adalah peserta kampanye.

Menurut Teguh, pengertian tim sukses sebenarnya tidak hanya sekedar terdaftar sebagai tim sukses di KPU, tetapi orang yang tindakannya sudah seperti tim sukses yaitu memberikan uang dengan disertai Alat Peraga Kampanye (APK), seperti stiker, kartu nama caleg dan sejenisnya, juga bisa dikategorikan tim sukses.

” Intinya caleg yang terbukti melakukan money politik maka akan didiskualifikasi, hal tersebut sudah diatur dalam UU,” ujar Teguh.

Terkait kasus pelanggaran yang ditangani Bawaslu Jateng, saat ini sudah mencapai 12 kasus dan lima diantaranya sudah vonis pengadilan. Kasus yang sudah sampai pada vonis antara lain, kasus pelanggaran kampanye yang dilakukan Sutiyono dalam kampanye PKPI, kemudian kasus di Purworejo, kasus kampanye di sekolah di Kabupaten Demak, kasus PNS yang ikut berkampanye dan kasus money politik di Semarang yang sudah dilimpahkan ke Kejari.

Bawaslu tidak pernah pandang bulu dalam penanganan kasus pelanggaran, siapapun pelakunya akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku, begitupun dengan kasus di Banyumas ini. Jika ada anggota Panwas yang ‘main mata’ dengan caleg, akan mendapat teguran secara keras.

 

Tentang Penulis

Leave A Response