Mempercantik Sepatu dengan Lukisan

Ditulis 17 Apr 2014 - 15:26 oleh Nanang BNC
Sejumlah sepatu yang telah dilukis siap untuk dijual (foto : BNC/ruhito).

Sejumlah sepatu yang telah dilukis siap untuk
dijual (foto : BNC/ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Kreativitas empat pelajar siswa SMAN 1 Banjarnegara mungkin dapat ditiru dan diteladani. Kepiawainnya melukisĀ  yang ditekuni oleh mereka yang disalurkan dengan baik ternyata dapat menghasilkan uang.

Adalah Arin, Asti, Safira dan Via siswi kelas X tersebut mencoba menyalurkan hobi melukisnya dengan media sepatu. Alhasil, sepatu yang dilukis berbagai bentuk motif dan warna itupun menjadi lebih indah sehingga disukai banyak orang. Hasil dari lukisannya, mereka pasarkan melalui media internet yakni facebook dan twitter.

”Selain untuk browsing model dan corak, pesanan juga datang dari situs yang mereka kelola. Yang paling banyak pesanan justru datang dari Jakarta, Kalimantan dan Jawa Barat,” ungkap Arin saat ditemui rumahnya, Kelurahan Parakancanggah, Jalan Garuda No 61.

Ide awal ke-empat pelajar menekuini lukis sepatu datang dari Asti yang saat itu membuka-buka situs di internet tentang lukisan. “Ada ide bagaimana melukis di media sepatu, dan saat itu kita bersatu karena memiliki hobi yang sama (lukis) dan mulailah melukis sepatu pada akhir tahun lalu,” kata Asti.

Berbagai motif dapat diterapkan, dari model garis, batik hingga kartun. Selain itu, tidak semua sepatu dapat dilukis. Hanya sepatu yang berbahan kain dan kanvas saja yang dapat ditorehkan lukisan. Cat yang digunakanpun merupakan cat khusus yang hanya ada di Jakarta.

”Harga tergantung motifnya, semakin sulit harga juga semakin mahal. Untuk sepasang sepatu yang sudah bermotif dijual dengan harga Rp 100 hingga Rp 300 ribu. Rata-rata tiap bulan, kita mendapatkan keuntungan hingga Rp 2 juta rupiah, namun angka itu masih angka kotor. Yang jelas, keuntungan tetap ada dan dibagi empat setelah dikurangi modal beli sepatu dan cat,” kata Safira.

Namun, mereka hanya melayani pesanan atau penjualan hanya 10 pasang tiap bulannya. Alasannya, mereka tidak mau hobi yang dapat mendatangkan rupiah ini mengganggu belajar sehingga walaupun pesanan membludak, belajar tetap menjadi nomor satu. ” Kami melukis hanya pada saat libur sekolah atau waktu senggang setelah belajar, karena kami tetap menomorsatukan sekolah,” katanya.

Beberapa motif Batik Tulis Gumelem, Sungai Serayu dan Bima telah dibuatnya sebagai bentuk dukungan terhadap Festival Serayu Banjarnegara (ruhito).

 

Tentang Penulis

Leave A Response