Banjarnegara Kembangkan Wisata Kawah dan Telaga Dlingo

Ditulis 17 Apr 2014 - 14:56 oleh Nanang BNC
Pengunjung obyek wisata Kawah Candradimuka Dieng tengah menuruni tangga mendekati bibir kawah (foto : BNC/ruhito).

Pengunjung obyek wisata Kawah Candradimuka Dieng
tengah menuruni tangga mendekati bibir kawah (foto : BNC/ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara mulai kembangkan potensi wisata zona dua. Untuk wisata yang masuk dalam zona dua yaitu, kawah Candradimuka, kawah Sileri, Sumur Jalatunda dan telaga Dlingo yang terdapat diwilayah desa Pekasiran Kecamatan Batur.

Menurut Kepala Dinbudpar, Aziz Achmad, pembangunan wisata di Banjarnegara selama ini terfokus di zona I, yaitu wilayah kompleks candi Pandhawa desa Dieng Kulon kecamatan Batur. ”Dengan mulai ditata beberapa potensi wisata yang selama ini sudah dikenal, setidaknya
wisatawan tidak hanya mengunjungi candi. Namun, beberapa wisata geologi yang ada di dataran tinggi Dieng,” katanya.

Sebagi bukti, akses jalan masuk menuju kawah candradimuka yang selama ini sangat rusak, sudah diperbaiki dengan dana APBD kabupaten senilai Rp 763 juta lebih. “Dana tersebut untuk peningkatan jalan sepanjang 1.150 meter dan lebar 3 meter. Walaupun masih kurang, namun, akan kami benahi juga lokasi wisatanya sehingga menjadi nyaman dikunjungi,” katanya.

Kepala Desa Pekasiran, M Fadulloh mengatakan, selain jalan masuk kawasan wisata kawah, juga harus dibuatkan jalan yang menuju Telaga Dlingo. “Jalan yang bagus hanya sampai kawah candradimuka. Sedangkan menuju Dlingo masih rusak,” katanya.

Pihaknya juga berharap agar kondisi fasilitas yang ada di kawah Candradimuka dapat dilakukan penataan. Sebab, dengan kondisi yang seperti saat ini, dianggap masih kurang layak untuk menjadi obyek wisata unggulan.

Selain fasilitas jalan yang sudah mulai ada perhatian, M Fadulloh juga berharap agar pemkab dapat membuka jalur angkutan yang melewati desa Pekasiran. “Selama ini, jalur angkutan hanya Dieng Banjarnegara yang melewati jalur utama Batur sehingga tidak melintasi desa Pekasiran.  Jika dilewatkan, akan menjadi lebih dikenal banyak orang,” katanya. (BNC/ito)

Tentang Penulis

Leave A Response