Malu Diejek Tetangga, Warga Ajibarang Gantung Diri

Ditulis 15 Apr 2014 - 18:53 oleh Nanang BNC
DICURIGAI: Tim medis tak menemukan sperma dan lidah yang menjulur layaknya orang bunuh diri (foto:nan)

DICURIGAI: Tim medis tak menemukan sperma dan lidah yang menjulur layaknya orang bunuh diri (foto:nan)

BANYUMAS (BanyumasNews.Com) – Hanya karena malu sering diejek tetangga, Sumarti (54) Warga DusuSemingkir Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang Banyumas, Jawa-Tengah nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Selasa (15/04). Tubuh korban ditemukan suaminya, Wakhid (55) tergantung di dapur. Polisi sempat mencurigai bukan bunuh diri,karena tidak ditemukan tanda-tanda bunuh diri pada tubuh korban.

Tanpa menunggu polisi datang, tubuh korban bernama diturunkan pihak keluarga. Korban mengakhiri hidup dengan cara mengikatkan tali di leher dan digantungkan di kayu usuk yang berada di dapur.

Polisi yang melakukan pemeriksaan sempat curiga karena lidah korban tidak terjulur dan tidak menemukan sperma di tubuh korban,sebagaimana layaknya korban bunuh diri. Untuk itu polisi memanggil tim medis dari rumah sakit setempat.

Menurut, Budi (34) Tim Medis Puskesmas Ajibarang, kondisi tersebut karena korban saat diturunkan diduga masih hidup, sehingga tidak mengeluarkan lidan dan sperma. Atas persetujuan keluarga, korban akhirnya dimakamkan, tanpa dioutopsi. Polisi sendiri tidak menemukan tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Menurut keterangan keluarga, diduga merasa malu karena sudah setahun lebih membuat rumah untuk anaknya namun tidak kunjung selesai. Akibatnya selalu menjadi perbincangan warga sekitar. Selain itu korban juga jiwanya tertekan karena masalah ekonomi yang melilit keluarga tersebut.

Tentang Penulis

Leave A Response