Dewan Pendidikan Pertanyakan Soal Mutasi Kasek

Ditulis 14 Apr 2014 - 19:44 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Dewan Pendidikan Kabupaten Purbalingga mempertanyakan mekanisme mutasi sejumlah kepala sekolah (kasek) di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Purbalingga beberapa waktu lalu.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Trisnanto Srihutomo dalam pers rilisnya, Senin (14/4) mengungkapkan, soal pengangkatan, penilaian kerja, mutasi dan pemberhentian kasek sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

Dalam peraturan tersebut, menyebutkan, pengangkatan dan mutasi kasek harus lelalui dewan pertimbangan. Adapun dewan pertimbangan terdiri atas pengawas dan Dewan Pendidikan.

“Tapi dalam mutasi kasek beberapa waktu lalu, Dewan Pendidikan tidak pernah dilibatkan,” katanya didampingin salah satu pengurus Dewan pendidikan, Sudarto di Kantor Dewan Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Jl DI Panjaitan, Purbalingga.

Dengan demikian, menurutnya, mutasi beberapa kasek yang dilakukan beberapa waktu lalu belum sepenuhnya mengikuti atau menyesuaikan prosedur yang ditentukan peraturan perundangan yang berlaku.

“Karena itu kami mohon Bupati untuk merujuk pada Permendiknas No 29 Tahun 2010 tersebut dalam melaksanakan rekruitmen, mutasi dan pemberhentian kasek. Untuk surat pemberitahuan resmi sudah kami layangkan ke Bupati,” katanya.

Terkait mutasi 11 kepala unit pelaksana teknis (UPT) Dindik Kecamatan, Bupati dimohon untuk mengambil langkah bijaksana sehingga ada penyelesaian yang elegan dan bermartabat.

Untuk diketahui, Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto pada Kamsi (27/3) lalu melantik 100 orang kasek dengan rincian kepala SMK 3 orang, kepala SMP 27 orang dan kepala SD 70 orang. Bupati juga melantik 18 orang Kepala UPT Dindik Kecamatan.

Pelantikan kepala UPT Dindik Kecamatan tersebut sempat menuai pertanyaan publik. Pasalnya sehari sebelum pelantikan kepala UPT yang baru, para kepala UPT yang lama secara serentak mengundurkan diri.

Mendorong UN

Sementara itu berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN),  Trisnanto Srihutomo mendorong semua pihak terkait dengan pelaksanaan UN untuk mendukung seluruh rangkaian penyelenggaraan sebagai bagian dari pembentukan generasi yang lebih jujur, cerdas dan beradab serta bermartabat.

“Kami mengimbau semua orang tua untuk ikut mendukung mengkondisikan putra/putrinya, sehingga terfasilitasi denganbaik. Kami juga mengimbau semua warga sekolah, termasuk guru dan siswa agar menjadikan UN sebagai bagian dari siklus pendidikan, sehingga tidak menjadikannya sebagai sesuatu yang menyeramkan, menakutkan dan eksklusif,” ujarnya. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response