Wajik Banjarnegara, Nylekamin dan Kemletik

Ditulis 12 Apr 2014 - 15:59 oleh Nanang BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
244
Dalam Tag
WAJIK 1 : Dua orang wanita tengah mencetak wajik kletik (ruhito).

WAJIK 1 : Dua orang wanita tengah mencetak wajik kletik (ruhito).

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Wajik kletik merupakan makanan yang terbuat dari campuran antara beras ketan, bergula aren dan kelapa adalah salah satu jajanan khas Kecamatan Kalibening, Banjarnegara. Dinamai wajik kletik karena karena ketika dimakan terasa kemletik.

Kemletik ini adalah rasa dari beras ketan yang ditanak setengah matang. Makanan khas ini dipertahankan pembuatannya secara tradisional agar selalu terjaga kekhasannya.

Eko Yuliono, warga asli Desa Kalibening, Kecamatan Kalibening yang sudah lama menekuni pembuatan wajik kletik mengatakan, dalam membuat wajik kletik ia selalu mengambil hari pasaran Pon. ”Membuat wajik kletik merupakan usaha turun temurun dari keluarganya. Pembuatan yang mengambil hari pada pasaran pon karena sudah menjadi kebiasaan sebelumnya,” ungkap Eko Yuliono, Jum’at (11/4).

KEMLETIK: Wajik yang rasanya kermletik dan nylekamin (foto : ruhito)

KEMLETIK: Wajik yang rasanya kermletik dan nylekamin (foto : ruhito)

Bahan dasar wajik kletik terdiri tiga komponen. Dengan komposisi beras ketan 10 kg, menggunakan gula aren sebanyak 22 kg serta parutan buah kelapa sebanyak 15 butir. Beras ketan ditanak setengahmatang kemudian didinginkan. Untuk selanjutnya, gula aren dimasak tanpa air hingga meleleh sambil dicampurkan dengan parutan kelapa. Diaduk hingga merata. Setelah berubah warna menjadi agak kecoklatan, beras ketan dimasukan sedikit demi sedikit hingga tercampur rata. Minimal 3 jam dari proses pencampuran untuk dianggap matang . Adonan dianggap sudah matang ketika dirasa sudah lengket dan sulit untuk diaduk.

Dalam proses pencetakannya diusahakan supaya adonan tetap hangat, sebab jika adonan smapi menjadi dingin akan menjadi rusak karena tidak bisa dicetak. Adonan yang sudah dingin tidak bisa lagi dicetak karena sudah mengeras. setelah proses mencetak selesai, kepingan wajik dijemur tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hanya diangin-anginkan saja selama 3 hari.

Cetakan yang dipakai adalah cetakan kayu yang diberi lubang berbentuk segi 5 yang akhirnya akan menjadi bentuk jadi wajik tersebut. Kemasan yang dipakai adalah dengan menggunakan pelepah pohon pisang yang sudah dikeringkan.Dalam setiap kemasan berisi 5 keping wajik kletik. Alasan pemakaian pelepah pisang agar rasa dari wajik tersebut semakin lama semakin gurih.

Harga jual wajik kletik bervariasi, tergantung dari jumlah paketan. Untuk satu ikat yang berisi 10 bungkus yang tiap bungkusnya berisi 5 keping, rata harga adalah 12 ribu. Ada juga yang model paket dengan kemasan plastik kiloan. Daya tahan dari wajik ini sampai dengan 3 bulan dengan sarat tidak terkena air. Apabila terkena air, selang berapa hari akan ditumbuhi jamur (ruhito).

 

Tentang Penulis

Leave A Response