Petani Banjarnegara Kesulitan Benih Kedelai

Ditulis 10 Apr 2014 - 22:19 oleh Nanang BNC
KEDELAI : Petani kedelai di wilayah Kecamatan Susukan tengah mengolah hasil panen. Komoditas ini sekarang ini kurang diminati petani (foto ruhito)

KEDELAI : Petani kedelai di wilayah Kecamatan
Susukan tengah mengolah hasil panen. Komoditas ini sekarang ini kurang diminati petani (foto ruhito)

BANJARNEGARA – Komoditas pertanian Kedelai yang dulu menjadi tanaman favorit petani di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara kini muali ditinggalkan. Mereka mengaku tidak tertarik menanam kedelai usai panen musim tanam pertama lantaran kesulitan mendapatkan benih unggul.

”Kedatangan benih bantuan biasanya tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Benih datang sering terlambat sehingga jika dipaksa ditanam kurang bagus. Seringkali benih yang ditanam merupakan hasil panen tahun sebelumnya yang sengaja disiapkan,” jelas dia, Suroso, petani Desa Panerusan, Susukan.

Selain itu, lanjut dia, penyebab lain yang menjadi alasan enggan menanam kedelai juga disebabkan faktor lain. Diantaranya, nilai ekonomisnya masih kalah dengan tanama palawija jagung yang kini tengah tren di masyarakat. ”Petani kita mengharapkan jaminan harga jual saat panen minimal Rp 7 ribu per kilogramnya. Karena jika harga dibawah itu masih kalah dari hasil tanaman jagung. Adapun rata-rata produksi kedelai 1,4 ton per hektarnya,” kata dia.

Akibatnya, pemkab seringkali kesulitan merealisasikan program perluasan areal tanam kedelai Kementerian Pertanian atau Upaya Khusus Upsus Kedelai 2013. Pasalnya, petani kurang berminat menanam komoditas kedelai sehingga tidak bersedia menyediakan lahan untuk ditanami kedelai meski diberikan bantuan benih (ruhito).

Tentang Penulis

Leave A Response