Penamaan Gelora Goentoer Darjono Dinilai Tepat

Ditulis 07 Jan 2010 - 19:51 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Seorang tokoh masyarakat Purbalingga, R Soewarno BA menilai pemberian nama gelanggang olah raga (Gelora) Goentoer Darjono dinilai sudah tepat dan tidak perlu dipolemikan. Soewarno yang mantan pensiunan PNS dan pernah menjadi anak buah Goentoer Darjono selama
enam tahun mengaku tahu persis sepak terjang Goentor Darjono demi memajukan Purbalingga, meski yang bersangkutan bukan orang asli Purbalingga.

“Saya bukan keluarga dan bukan kerabat Pak Goentoer Darjono, tetapi saya setuju dan mendukung langkah Bupati Triyono memberi nama Gelora Goentoer Darjono. Semangat dan gebrakan serta prestasi Goentoer
darjono dalam membangun Purbalingga semasa menjabat bupati tahun 1973 – 1979 sangat menonjol ditengah kemampuan keuangan daerah yang masih minim,” kata Soewarno yang dituliskan dalam sebuah surat dan dikirimkan kepada Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko.

Soal pendapat bahwa sebaiknya stadion Purbalingga diberi nama pejuang atau pahlawan, Soewarno menyatakan bahwa nama-nama pejuang dan pahlawan nasional juga sudah diabadikan sebagai nama-nama jalan dan
jembatan di Purbalingga. Misalnya jalan Jenderal Soedirman, Ahmad yani, Mayjen Sungkono, S Parman dan sebagainya. Sedang nama jembatan seperti jembatan Gatot Subroto yang berada diatas kali Tambra pada jalur jalan
Kecamatan kertanegara – Karangmoncol.

“Apa salahnya kita juga memberikan penghargaan kepada figure atau tokoh lokal yang berprestasi berskala local seperti Bapak Goentoer Darjono. Saya menyampaikan hormat dan mendukung Bupati Triyono yang secara sportif dan obyektif menghargai prestasi pendahulunya,” kata Soewarno.

Soewarno merinci, sejumlah keberhasilan Goentoer Darjono yang sangat menonjol semasa memimpin Purbalingga antara lain dibangunnya Monumen tempat Lahir Jenderal Soedirman di Bantarbarang, Kecamatan Rembang  dan sekaligus menyelesaikan polemic saat itu tentang tempat dan tanggal lahir Jenderal Soedirman melalui penelitian yang cukup lama diakhiri dengan keputusan pengadilan Negeri Purbalingga nomor 50/1976 Pdt tanggal 4 Desember 1976.

Prestasi lainnya, lanjut Soewarno, dibangunnya jalan dan jembatan yang menembus wilayah kecamatan Karanganyar ke Karangmoncol, Rembang melingkar ke wilayah Kecamatan Pengadegan (ketika itu Kecamatan Kejobong), termasuk dibangunnya jembatan besar diatas Kali Gintung. Juga
dibangun jembatan Kali Pekacangan yang menghubungkan Desa Kutawis dengan wilayah Kejobong, dibangunnya jalan melingkar Desa Selaganggeng (Mrebet) menuju Kecamatan Karangreja melalui Desa Serayu Larangan, Serayu Karanganyar, Serang, Pratin, Kutabawa dan menuju Karangreja.

“Goentoer Darjono juga merintis jalan yang menghubungkan Karangreja sebagai ibukota kecamatan ke Timur menjangkau desa-desa Gondang, Purbasari, dan Karangjambu.

Pembangunan ini berdampak baik terhadap pemerintahan, ekonomi, social dan budaya,” rinci Soewarno.

Dalam hal prasarana pemerintahan. Dibangun gedung DPRD yang cukup representative ketika itu, meski harus dibayar dengan dua tahun anggaran. Sebelumnya DPRD belum memiliki gedung khusu.

Goentoer Darjono, masih kata Soewarno, juga membangun terminal bus Purbalingga dengan bangunan berlantai dua. Kemudian dibangunnya obyek wisata sekaligus sumber pendapatan asli daerah yakni Goa lawa di Desa Siwarak, Karangreja. “Istilah yang popular waktu itu adalah industri tanpa mesin. Dampaknya, jelas meningkatkan social ekonomi dan social budaya masyarakat serta PAD,” kata Soewarno.

Tentang kedekatan dengan media massa, Soewarno menambahkan, justru pada era Bupati Goentoer Darjono  dengan humasnya Suyono Sastrosuwignyo (alm) terpelihara hubungan baik antara Pemda dengan media massa Gor Goentor Dardjono (foto:tgr/BNC)(banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Ricardo Simson 28/01/2014 pukul 09:39 -

    Terimakasih telah memberikan penghargaan kepada Bapak/Kakek kami tercinta Bapak Goentoer Darjono yang diwujudkan oleh masyarakat Purbalingga dengan dibangunnya Gelora Goenter Darjono. Saya selaku wakil dari Keluarga Besar Goentoer Darjono mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Purbalingga. Salam.

  2. slamet a wijaya 09/01/2010 pukul 14:10 -

    Sdh sepantasnya orang yg berjasa namanya diabadikan, untuk panutan generasi berikutnya terus membangun. Melakukan pembangunan di saat kondisi ekonomi masih sulit (1970-an) merupakan prestasi besar. Smg dengan penghargaan ‘Goentoer Darjono’ tokoh lokal yg peduli pembangunan itu sbg nama stadion kebanggaan warga Purbalingga yg megah itu, ke depan akan melahirkan kesebelasan yg diperhitungkan, baik tingkal lokal, nasional dan maupun internasional.

  3. ris 07/01/2010 pukul 21:32 -

    megah pisan stadione, muga-2 kesebelasane Purbalingga bisa meningkat prestasine. kayak PSCS Cilacap lho….

Leave A Response