Musim Penghujan, Paceklik Bagi Tukang Perahu

Ditulis 08 Apr 2014 - 22:36 oleh Nanang BNC
PERAHU  : Salah seorang tukang di Sungai Serayu Desa Dermasari, Kecamatan Susukan, Banjarnegara sedang menyeberangkan warga Susukan ke Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Keberadaan penyeberangan itu cukup membantu warga sekitar (foto ruhito)

PERAHU : Salah seorang tukang di Sungai Serayu Desa Dermasari,
Kecamatan Susukan, Banjarnegara sedang menyeberangkan warga Susukan ke
Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Keberadaan
penyeberangan itu cukup membantu warga sekitar (foto ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Musim penghujan merupakan masa paceklik bagi seseorang yang menjual jasa penyeberangan di sejumlah sungai besar, atau yang biasa dikenal dengan sebutan ‘tukang perahu’. Debit sungai yang besar akibat seringkali turun hujan dalam sepekan terakhir membuat warga enggan naik perahu karena takut tercebur ke sungai. Menurunnya warga yang memanfaatkan jasa tukang perahu membuat penghasilan mereka juga melorot.

Lokasi penyeberangan di Banjarnegara banyak dijumpai, yakni di Sungai Sapi dan Serayu. Salah satu penyeberangan di Sungai Sapi ada di Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja. Penyeberangan ini sangat vital bagi warga di sejumlah dusun yang ada bagian selatan sungai. Dusun di selatan sungai diantaranya Kalisaga, Silangit, Siluwung, Kalipacet,Sigrandong.

Adapun penyeberangan di sungai Serayu banyak dijumpai di Kecamatan Susukan dan Somagede (Banyumas). Warga dua kecamatan yang di pinggiran sungai Serayu tersebut memilih naik perahu jika akan ke Purbalingga daripada lewat jembatan Klampok ataupun Banyumas karena jaraknya lebih jauh.

”Sekarang ini penumpang sedang sepi, kalau musim kemarau ramai. Saat ini hanya pejalan kaki, sementara sepeda motor jarang ada yang diseberangkan. Pemasukan saya pun tentu saja berkurang. Kami tak pernah ‘ngarani’ mengenai bayaran’. Diberi berapapun saya terima” ungkap Cito, tukang perahu di penyeberangan Sungai Sapi, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Senin (7/4).

Hal sama juga dialami tukang perahu di Sungai Serayu, Desa Kedawung, Susukan. Akibat menurunnya jumlah penumpang, tiga orang tukang perahu yang biasa beroperasi terpaksa bergiliran. ”Kami bergantian, dua hari sekali. Untuk tarip kami tak pernah menyebutkan,” kata Jiwan.

Kepala Dusun Karangsaga, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja Rakim Herry Sukameto menjelaskan, wilayah Kaliwungu terbelah sungai Sapi. Sarana penyeberangan dengan perahu yang mengangkut hasil bumi, orang atau pun sepeda motor. ”Kemajuan wilayah Kaliwungu di selatan suangai tertinggal jauh dengan bagian utara. Kondisi alam bagian selatan berbukitan, dan jalan masih tanah. Kalau musim hujan sulit dilalui sepeda motor. Warga sini (selatan sungai-red) yang memiliki motor terpaksa dititipkan di utara sungai, dan ke sini jalan kaki,” kata Rakim Heri,” katanya (ruhito).

Tentang Penulis

Leave A Response