Mobilisasi Pelajar, Panwas Klaten Temukan Pelanggaran Kampanye PDIP

Ditulis 07 Apr 2014 - 18:20 oleh Yit BNC

mobilisasi pelajar saat kampanye PDIP di KlatenKLATEN (BanyumasNews.Com) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten (Jateng) menemukan dugaan pelanggaran kampanye PDI Perjuangan di Stadion Trikoyo yang berlangsung Sabtu (5/4/2014).  Panwaslu mengindikasikan adanya mobilisasi siswa yang terpaksa pulang lebih awal agar dapat ikut kampanye terbuka yang dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani.

Ketua Panwaslu Klaten Suharno mengakui adanya dugaan pelanggaran yang terjadi dalam kampanye terbuka PDI Perjuangan. Selain memobilisasi siswa, kampanye juga dihadiri banyak guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

”Kami sudah memiliki bukti berupa foto siswa yang ikut kampanye. Kemudian guru PNS yang juga aktif di Stadion Trikoyo. Bukti ini akan kami gunakan untuk memroses dugaan pelanggaran dalam kampanye ini,” kata Suharno, Minggu (6/4/2014).

Suharno menjelaskan, salah satu bukti yang dimiliki proses adanya surat tugas yang dikeluarkan sekolah kepada siswa yang ikut kampanye. Kemudian pengakuan dari guru yang ditemui di Stadion  Trikoyo. Kampanye terbuka tersebut juga menarik perhatian Bawaslu Provinsi yang datang langsung ke Klaten.

”Tentu dugaan pelanggaran yang kami temukan akan diproses sesuai dengan mekanisme yang ada. Panwaslu akan memanggil pihak terkait termasuk penyelenggara kampanye,” tegas Suharno.

Suyanto (42) salah satu wali siswa, mengaku kaget saat anaknya sudah pulang lebih awal dari jam sekolah biasanya. Saat ditanya, banyak siswa yang disuruh datang ke Stadion Trikoyo untuk ikut kampanye PDI Perjuangan.

”Saya tanya anak saya yang  menyuruh salah satu guru. Saya tentu kaget karena anak saya belum memiliki hak suara kenapa sudah disuruh untuk ikut kampanye. Ada apa ini, puluhan teman anak saya juga diminta datang ke stadion,” ujarnya.

Ada ribuan anak yang datang ke stadion. Mereka tidak hanya sekadar datang dengan mengenakan seragam sekolah. Namun untuk baju sudah berganti dengan kaos warna putih dengan gambar berlogo PDI Perjuangan dan bertuliskan ”Indonesia Hebat”.

Siswa yang datang ke stadion ada juga yang membawa bendera merah putih dan PDI Perjuangan. Mereka kebanyakan duduk di pinggir stadion bersama satgas PDI Perjuangan. Ribuan pelajar juga masih mengenakan celana dan rok seragam sekolah.

”Saya disuruh Pak Guru  untuk datang ke stadion. Perintah dari guru untuk ikut apel, sebagai siswa saya ikut saja. Ternyata di sini ada kampanye PDI Perjuangan,” ujar Anwar (17) aalah satu pelajar sekolah negeri di Klaten. (BNC)

 

Tentang Penulis

Leave A Response