Kurikulum Ponpes di Jawa Tengah belum tertapa rapi

Ditulis 16 Jul 2009 - 21:46 oleh Mr Banyumas

Kurikulum untuk santri pada pondok pesantern di Jawa Tengah kini masih amburadul. Banyk yang belum tertata dengan baik, sehingga kerapkali santri selalu kalah bersaing dengan sekolah umum.
“Memang sudah waktunya ponpes memiliki nilai lebih, agar bisa menarik minat para anak anak kita. Karena selama ini, selain tidak seragam, banyak alumni pondok yang kalah bersaing dengan alumnus sekolah umum dalam hal ilmu pengetahuan umu, “ujar Kordinator Ponpes Muhammadiyah se Jawa Tengah, Yunus Muhammadi, saat memberikan ceramah di aula Ponpes Zam Zam Cilongok Banyumas, Rabu (15/07) malam.
Menurut Yunus, ponpes sudah saatnya menerapkan kolaborasi keilmuan bagi siswa sekolah umum dengan mata pelajaran di ponpes. Misalnya, siswa santri tak hanya selain berkutat pada pelajaran ke Islaman, juga harus menguasai ilmu-ilmu umum.
“Kerapkali santri kurang mendapatkan secara proporsional pelajaran seperti IPA,ilmu sosial, matematika atau ilmu lainya yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Karenanya kita kerap tak bisa bersaing,” tambahnya.
Sekarang sudah banyak ponpes Muhammadiyah yang sudah menjalankan kurikulum kolaborasi keilmuan Islam dengan ilmu umum. Sehingga banyak alumnus ponpes Muhammadiyah yang mumpuni dalam bersaing dengan dunia luar.(banyumasnews.com/pjl)

Tentang Penulis

Leave A Response